Nani Afrida
26 Juli 2018•Update: 27 Juli 2018
Umar Farooq
WASHINGTON
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada Kamis mengatakan telah mengucurkan bantuan senilai $ 195 juta untuk membantu militer Mesir dari tahun fiskal 2016.
Bantuan tersebut sebelumnya sempat ditangguhkan tahun lalu karena masalah hak asasi manusia (HAM) di negara tersebut .
Seorang pejabat yang ingin namanya dirahasiakan menyatakan bahwa Pemerintah AS masih memiliki kekhawatiran soal HAM di Mesir, namun kondisi Kairo telah menunjukkan adanya perbaikan.
"Menyadari langkah-langkah yang diambil Mesir selama setahun terakhir, terutama dalam merespon keprihatinan AS secara spesifik, dan dengan semangat usaha untuk memperkuat hubungan ini, pihak pemerintah memutuskan untuk mengizinkan Mesir menggunakan sisa dana USD195 juta di tahun fiskal 2016 lalu untuk belanja militer," kata pejabat tersebut dalam sebuah pernyataan yang dikirim lewat email ke Anadolu Agency, menunjukkan pendanaan militer asing.
Namun pihak AS "akan tetap memperjelas kebutuhan untuk " Mesir dalam memperbaiki masalah HAM di negaranya, terutama penekanan pada UU Tahun 2013 yang melarang aktivitas NGO di Mesir.
Dana bantuan yang dikucurkan pada Rabu sempat dibekukan pada Agustus 2017 oleh mantan Sekretaris Negara AS Rex Tillerson.
Keputusan itu sempat memperburuk hubungan AS dengan Kairo, yang merupakan sekutu AS di wilayah tersebut, namun aksi AS itu didukung sepenuhnya oleh aktivis HAM.
Terlepas dari penundaan bantuan untuk Mesir tahun lalu, Mesir masih menerima lebih dari USD1,3 milyar dari AS pada tahun fiskal 2017, dimana sebagian besar dana tersebut untuk pembiayaan militer.
AS memotong bantuan militer untuk Mesir di 2013 di bawah pemerintahan Presiden Barrack Obama, terkait dengan keprihatinan AS soal HAM di Mesir terutama akibat pembunuhan keji para demonstran di negara tersebut.
Keputusan untuk mengucurkan kembali bantuan militer muncul setelah Sekretaris Negara AS Mike Pompeo membuat pernyataan untuk memperingati Hari Nasional Mesir pada Senin lalu,
"Saya menunggu kelanjutan hubungan kita yang banyak memiliki aspek," kata Pompeo saat itu.