Muhammad Abdullah Azzam
24 Juli 2019•Update: 25 Juli 2019
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Amerika Serikat (AS) mengutuk serangan intens yang dilakukan Rusia dan rezim Bashar al-Assad terhadap permukiman di Zona De-eskalasi Idlib, Suriah.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Morgan Ortagus merilis pernyataan tertulis mengenai serangan udara yang menghantam distrik Marratinnuman di Idlib belakangan ini.
Ortagus menekankan bahwa Amerika Serikat mengutuk serangan yang menargetkan warga sipil.
Serangan udara Rusia dan rezim Assad yang berlangsung selama 3 bulan terakhir membunuh warga sipil dan anak-anak dan mentidakstabilkan wilayah tersebut, kata Ortagus.
Ortagus menuturkan serangan-serangan itu juga memaksa setidaknya 330 ribu orang di sana hidup dalam kondisi yang susah.
"Serangan-serangan tersebut menunjukkan keinginan rezim Assad dan sekutunya untuk mencari solusi dengan senjata untuk menyelesaikan masalah di wilayah tersebut. Serangan-serangan ini adalah bentuk keputus-asaan," kata Morgan Ortagus.
Rusia dan rezim dengan sengaja mengabaikan hukum internasional dengan menyerang struktur sipil dan menghantam pusat-pusat kesehatan yang didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Baru-baru ini dua petugas Helm Putih tewas ketika membantu orang yang terluka dalam serangan udara. Rusia dan rezim menghancurkan Instalasi Pengolahan Air yang didukung PBB di Idlib Selatan."
“Instalasi-instalasi itu menyediakan air minum untuk setidaknya 250.000 orang di wilayah tersebut," ungkap Ortagus.
Di sisi lain, Morgan Ortagus mencatat bahwa serangan ini berdampak negatif pada perkembangan politik di negara tersebut.