Michael Hernandez
25 Agustus 2018•Update: 26 Agustus 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika Serikat pada Jumat memangkas lebih dari USD200 juta bantuan kepada Palestina menyusul peninjauan kembali yang dilakukan oleh Presiden Donald Trump.
Seorang pejabat departemen luar negeri mengkonfirmasi langkah ini. DIa mengatakan bahwa dana yang pada awalnya dimaksudkan untuk Tepi Barat dan Gaza akan digunakan untuk "Proyek Prioritas Tinggi lainnya".
"Atas arahan dari Presiden Trump, kami telah melakukan peninjauan kembali bantuan AS kepada Otoritas Palestina, Tepi Barat dan Gaza untuk memastikan dana ini digunakan sesuai dengan kepentingan nasional AS dan menunjukkan hasil kepada pembayar pajak AS," kata salah satu pejabat dalam pernyataannya.
"Sebagai hasil dari tinjauan tersebut, atas arahan dari Presiden, kami akan mengalihkan lebih dari USD200 juta dalam Dana Pendukung Ekonomi tahun fiskal 2017 yang pada awalnya direncanakan untuk program-program di Tepi Barat dan Gaza," pejabat tersebut menambahkan, mengacu pada catatan tahun fiskal 2017.
Pernyataan singkat yang terdiri dari tiga paragraf tersebut tidak menyebutkan secara pasti berapa banyak dana yang akan dipotong dan hanya memberikan perkiraan sebesar lebih dari USD200 juta.
Trump telah memicu kemarahan global atas keputusannya secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel pada Desember tahun lalu. Tindakan ini melemahkan pondasi perdamaian Israel-Palestina yang sudah lama dibicarakan, di mana status ibukota akan ditentukan sebagai isu terakhir.
Masyarakat Palestina mengutuk seruan pemerintahan Trump untuk kembali ke meja perundingan, dengan alasan Washington telah melepaskan statusnya sebagai mediator netral dengan membuat deklarasi tersebut.
Trump dan timnya sedang mempersiapkan peluncuran rencana perdamaian jangka panjang untuk mengakhiri konflik yang telah terjadi selama puluhan tahun.