Maria Elisa Hospita
07 Desember 2018•Update: 08 Desember 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya pada Kamis telah melaksanakan “penerbangan luar biasa” di Ukraina di tengah memanasnya hubungan Rusia dan Ukraina.
"Penerbangan ini dimaksudkan untuk menegaskan kembali komitmen AS terhadap Ukraina dan negara mitra lainnya," papar Pentagon lewat sebuah pernyataan.
Penerbangan itu dilaksanakan di bawah naungan Perjanjian Langit Terbuka (Open Skies Treaty), yang memungkinkan penerbangan pengamatan di negara-negara partisipan perjanjian.
Keputusan itu dijalankan setelah Rusia menyita dua kapal Angkatan Laut Ukraina beserta 24 awak kapalnya di Semenanjung Krimea akhir bulan lalu.
Moskow menuding kapal-kapal tersebut memasuki perairannya dan memprovokasi konflik. Pentagon kemudian menyebut aksi Rusia itu “berbahaya dan provokatif”.
"AS ingin menjalin hubungan yang lebih baik dengan Rusia, tapi ini tidak dapat terealisasi jika aksi semacam itu terus berlanjut di Ukraina dan tempat lainnya," ujar Pentagon.
Pada Rabu, CNN melaporkan bahwa AS sedang bersiap-siap untuk mengerahkan kapal perang ke Laut Hitam.
Berdasarkan Konvensi Montreux 1936 - yang mengatur pergerakan kapal-kapal militer melalui jalur perairan strategis Bosphorus dan Dardanella yang menghubungkan Laut Tengah ke Laut Hitam - AS diharuskan memberi tahu negara terkait.
Menurut pejabat Departemen Luar Negeri AS, langkah itu merupakan tanggapan AS terhadap penyitaan kapal dan awak kapal Ukraina oleh Rusia.
Rusia dan Ukraina telah berselisih sejak tahun 2014, ketika Rusia menduduki Semenanjung Krimea setelah menggelar referendum secara sepihak.
Komunitas internasional memandang aneksasi itu dan referendum yang digelar Rusia untuk membenarkannya tidak sah.