Michael Hernandez
03 Januari 2018•Update: 04 Januari 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika Serikat (AS) menyerukan pelaksanaan pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB dan Dewan Hak Asasi Manusia di Jenewa di tengah aksi protes massal yang sedang berlangsung di Iran, kata Utusan PBB untuk Washington, Selasa.
"Kita tidak boleh tinggal diam. Rakyat Iran menangis meminta kebebasan. Semua orang yang cinta kebebasan harus berdiri berdampingan," kata Nikki Haley kepada wartawan di markas PBB di New York.
"Saat ini kediktatoran Iran sedang berupaya melakukan apa yang selalu dilakukannya, yaitu dengan menuding bahwa demonstrasi tersebut dirancang oleh musuh-musuh Iran. Kita semua tahu bahwa itu omong kosong belaka. Demonstrasi tersebut benar-benar spontan, dan menyebar luas hampir di setiap kota di Iran. Ini adalah potret paling tepat bagaimana orang-orang yang telah lama tertindas akhirnya bangkit melawan diktator mereka," tambah dia.
Menurut laporan media lokal, ribuan warga Iran turun ke jalan-jalan pada Kamis di timur laut kota Masyhad dan Kashmar untuk memprotes pemerintah mengenai kenaikan harga komoditas dan kesalahan manajemen. Sejak hari itu, demonstrasi telah menyebar luas, termasuk ke ibu kota Teheran.
Sedikitnya 23 orang tewas dan lebih dari 500 ditahan akibat aksi protes yang telah berlangsung selama enam hari tersebut.
Diperkirakan sekitar 400 warga ditahan, termasuk 200 di Teheran. Penangkapan lainnya terjadi di Arak, Ishafan, Robat Karim, dan Ajerbaijan Barat.
Haley memperkirakan akan ada "tindakan yang lebih tegas" pada hari-hari berikutnya mengingat langkah-langkah sebelumnya yang diberlakukan oleh pemerintah Iran.
"Di hari-hari awal tahun 2018 ini, tidak ada tempat lain yang lebih membutuhkan perdamaian, keamanan, dan kebebasan selain Iran," tegas Haley.
Selasa pagi, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyalahkan "kekuatan asing" berada di balik kerusuhan di negaranya.
"Musuh-musuh asing Iran bersatu menggunakan segala cara, termasuk uang, senjata, politik dan intelijen, untuk menciptakan masalah bagi sistem Islam. Yang dapat mencegah musuh dan tindakan jahat mereka adalah semangat keberanian, pengorbanan diri, dan kepercayaan di antara warga," ujar Khamenei lewat situs resminya.
Lewat akun Twitter-nya, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa AS "mengamati" apa dampak insiden ini, di mana orang-orang Iran akan memiliki sedikit makanan, inflasi tinggi, dan krisis hak asasi manusia.
Turki pada Selasa juga memperingatkan untuk mewaspadai intervensi asing di Iran.
"Kami mengharapkan perdamaian akan terwujud sesegera mungkin, dan tindakan provokatif dan intervensi asing dapat dihindari," ujar Kementerian Luar Negeri Turki lewat sebuah pernyataan.