Rhany Chairunissa Rufinaldo
29 Januari 2019•Update: 29 Januari 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Utusan AS untuk konflik Afghanistan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa AS dan Taliban pada prinsipnya menyetujui rancangan kerangka kerja yang dapat membuka jalan untuk menyelesaikan konflik yang telah berlangsung selama hampir dua dasawarsa.
Zalmay Khalilzad mengatakan kepada New York Times bahwa perjanjian itu akan menyepakati penarikan pasukan AS dari Afghanistan dengan imbalan penyerahan konsesi dari Taliban, termasuk menyetujui gencatan senjata dan pembicaraan langsung dengan pemerintah Kabul.
Kelompok militan itu dengan tegas menolak untuk turun ke meja perundingan dengan pemerintah.
"Kami memiliki rancangan kerangka kerja yang harus disempurnakan sebelum menjadi kesepakatan," ujar Khalilzad, yang baru saja kembali ke Afghanistan setelah menghadiri dialog selama enam hari dengan Taliban.
"Taliban telah berkomitmen, untuk kepuasan kami, untuk melakukan apa saja yang diperlukan untuk mencegah Afghanistan menjadi panggung bagi kelompok atau individu teroris internasional," tambahnya.
Washington terus berusaha untuk memastikan bahwa apa pun yang terjadi di Afghanistan, negara itu tidak akan pernah lagi digunakan sebagai tempat berlindung bagi teroris untuk merencanakan serangan, seperti saat tragedi 11 September 2001.
Khalilzad mengatakan AS memiliki keyakinan yang cukup dalam kerangka kerja untuk terus berupaya menyempurnakan rinciannya.
New York Times menegaskan bahwa kerangka kerja itu masih bersifat sementara, tetapi dia mengutip seorang pejabat senior AS yang mengatakan bahwa para perunding Taliban telah kembali ke pimpinan kelompok untuk menyampaikan persyaratan yang diajukan Amerika.
Seorang pejabat Taliban yang tidak disebutkan namanya mengkonfirmasi rincian perjanjian itu kepada surat kabar tersebut, tetapi tampaknya menjauhkan ketergantungan perjanjian itu pada pembicaraan langsung dengan pemerintah Afghanistan atau gencatan senjata.