Servet Günerigök
06 April 2022•Update: 08 April 2022
WASHINGTON
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada Selasa mengatakan bahwa ia sepakat tambahan bantuan militer senilai USD100 juta ke Ukraina untuk memenuhi kebutuhan negara itu akan sistem anti pertahanan.
"Dunia telah dikejutkan kekejaman yang dilakukan oleh pasukan Rusia di Bucha dan di seluruh Ukraina," kata Blinken dalam sebuah pernyataan, memuji pasukan Ukraina karena "dengan berani" membela negara mereka.
Otorisasi tersebut merupakan bantuan keenam untuk senjata, peralatan, dan pasokan militer lainnya dari inventaris Pentagon untuk Ukraina sejak Agustus 2021, katanya.
Pemberian bantuan terakhir datang setelah foto dan video yang mengejutkan dari pembunuhan brutal terhadap warga sipil di kota Bucha, Ukraina, yang sebelumnya diduduki oleh pasukan Rusia.
Rusia menarik diri dari daerah itu pada 30 Maret.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Moskow menghadapi kritik keras dari komunitas internasional setelah Ukraina menuduh pasukan Rusia melakukan "genosida" dan "kejahatan perang" di Bucha.
Rusia telah menolak tuduhan itu sebagai "serangan berita palsu," dengan alasan bahwa gambar mayat dan rekaman warga sipil yang terbunuh yang telah menarik kemarahan global dipentaskan setelah pasukan Rusia mundur dari kota.
“Bersatu dengan Sekutu dan mitra kami, kami akan terus memberikan bantuan keamanan untuk mendukung pertahanan Ukraina, serta dukungan ekonomi, dan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat yang hancur oleh kebrutalan kejam Rusia,” tambah Blinken.
Sejak pemerintahan Presiden Joe Biden menjabat, AS telah memberikan lebih dari USD2,4 miliar bantuan militer untuk Ukraina, dan USD1,7 miliar di antaranya telah diberikan sejak awal perang Rusia di Ukraina pada akhir Februari. Selain itu, lebih dari 30 negara telah bergabung dengan AS untuk memberikan bantuan fasilitas keamanan ke Ukraina.
Perang Rusia-Ukraina, yang dimulai pada 24 Februari, telah menimbulkan kemarahan internasional, dengan Uni Eropa, AS dan Inggris, antara lain, menerapkan sanksi keuangan yang keras terhadap Moskow.
Setidaknya 1.480 warga sipil telah tewas di Ukraina dan 2.195 terluka, menurut perkiraan PBB, dengan angka sebenarnya dikhawatirkan jauh lebih tinggi.
Lebih dari 4,24 juta warga Ukraina telah melarikan diri ke negara lain, dengan jutaan lainnya mengungsi, menurut badan pengungsi PBB.