Maria Elisa Hospita
15 Maret 2019•Update: 17 Maret 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika Serikat mengatakan bahwa pihaknya telah menyelesaikan penarikan staf diplomatiknya dari Venezuela tetapi menyebut langkah itu "sementara" di tengah krisis kemanusiaan dan politik yang sedang berlangsung di negara Amerika Latin itu.
Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengkonfirmasi perkembangan dalam sebuah pernyataan, menekankan Washington akan melanjutkan dukungannya untuk pemimpin Majelis Nasional Venezuela Juan Guaido, yang menyatakan dirinya sebagai presiden sementara pada Januari.
Para diplomat yang menarik diri dari Venezuela akan melanjutkan pekerjaan mereka dari lokasi lain, di mana mereka akan terus membantu mengelola bantuan kemanusiaan untuk rakyat Venezuela dan mendukung para pejuang demokrasi melawan tirani," kata Pompeo pada Kamis.
"Kami tak sabar kembali begitu transisi demokrasi dimulai," kata dia lagi.
AS adalah negara pertama yang mengakui Guaido sebagai pemimpin sah Venezuela di tengah protes nasional yang sedang berlangsung.
Sejumlah negara telah mengikuti langkah AS, tetapi Presiden Venezuela Nicolas Maduro menolak seruan untuk lengser dan bersikeras bahwa dia adalah target upaya kudeta yang dirancang AS.
Perekonomian Venezuela merosot tajam setelah penurunan harga minyak mentah global yang menjadi sumber ekspor utama negara itu.
Turki, Rusia, Iran, Kuba, China, dan Bolivia akan terus mendukung Maduro.