Berk Kutay Gokmen
22 Juli 2026•Update: 22 Juli 2026
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan Washington ingin mencapai penyelesaian diplomatik dengan Iran, tetapi memperingatkan bahwa Presiden Donald Trump memiliki banyak pilihan jika Teheran tetap tidak menunjukkan sikap kooperatif.
Berbicara kepada wartawan di Filipina, Rabu, Rubio mengatakan Amerika Serikat berharap dapat mencapai kesepakatan dengan Iran yang menjamin negara tersebut tidak pernah memiliki senjata nuklir.
"Saya rasa semua orang di sini memahami bahwa Amerika Serikat sangat ingin mencapai penyelesaian diplomatik. Kami ingin mencapai kesepakatan dengan Iran, jika memungkinkan, yang dapat memastikan mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir, dan tentu saja membantu menghentikan hal itu," kata Rubio.
Rubio mengatakan Washington menginginkan kesepakatan di mana pihak Iran menyatakan tidak lagi mendukung terorisme serta tidak akan mengejar pengembangan senjata nuklir maupun kemampuan yang diperlukan untuk membuat senjata nuklir.
Ia menambahkan bahwa Trump selalu lebih memilih jalur negosiasi dan kesepakatan.
"Presiden selalu lebih memilih bernegosiasi dan mencapai kesepakatan mengenai persoalan seperti ini, dan kami siap melakukannya. Kami telah berupaya melakukan itu selama satu setengah tahun terakhir. Namun, kami juga tidak akan tinggal diam ketika kapal-kapal diserang atau warga Amerika menjadi sasaran serangan," ujarnya.
Rubio menegaskan bahwa Trump memiliki berbagai opsi apabila Iran tetap menolak bekerja sama.
"Presiden memiliki banyak pilihan yang tersedia jika mereka terus bersikeras untuk tidak bersikap kooperatif. Saya tidak akan mendahului keputusan presiden mengenai opsi-opsi tersebut. Namun, saya pikir Iran juga mengetahui bahwa kami memiliki banyak pilihan," katanya.
Ia kembali menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan menerima tindakan Iran yang menargetkan pelayaran internasional dan jalur perairan dunia.
"Ada negara-negara lain yang seharusnya memiliki sikap yang sama kuatnya dengan kami karena dampak yang mereka rasakan justru lebih besar daripada yang kami alami," kata Rubio.