Chandni
02 Maret 2018•Update: 02 Maret 2018
Safvan Allahverdi dan Michael Hernandez
WASHINGTON
Diversifikasi dalam kapasitas nuklir AS bertujuan membendung aktivitas nuklir Rusia, kata Pentagon pada Kamis.
"Kami harus memastikan stok senjata nuklir tetap kredibel. Itu kuncinya," kata juru bicara Pentagon Dana White. "Kami harus siap membela negara setiap saat."
Pernyataan White itu datang menyusul statemen Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengatakan negaranya sedang membangun senjata nuklir yang sangat maju dan akan meningkatkan kemampuan militer Kremlin.
Menurut Putin, persenjataannya itu meliput roket misil nuklir, drone bawah air, serta nuklir dan misil hypersonik.
"Sekarang mereka harus sadar ini merupakan realita yang baru dan apapun yang saya katakan bukan gertakan saja," kata presiden Rusia itu. Putin juga mengatakan misil roket nuklir itu sudah diuji coba tahun lalu dan memilki jarak tempuh dan kecepatan yang luar biasa.
"Tidak ada siapapun di dunia yang memiliki ini," tambahnya. "Mungkin suatu hari mereka akan punya, namun pada saat itu kami akan memiliki hal yang baru."
White mengatakan AS selama ini mengawasi Rusia dan tidak terkejut mendengar ungkapan mereka.
Dia juga mengatakan sistem pertahanan misil AS tidak ada sangkut-pautnya dengan Rusia.
"Pandangan kami bukan untuk saling membandingkan," jelas White. "Kami hanya ingin memastikan ingin memiliki alat nuklir yang kredibel dan bisa digunakkan untuk membela negara."
Selain itu, Gedung Putih juga mengatakan pernyataan Presiden Rusia itu memastikan kecurigaan AS selama ini yang selalu ditepis oleh Rusia.
"Rusia memang selama sepuluh tahun ini mengembangkan sistem persenjataan yang melanggar kesepakatan," kata juru bicara Sarah Huckabee Sanders
"Amerika semakin maju dan ingin meningkatkan gudang senjata nuklir kami untuk memastikan kemampuan kami tidak ada duanya," terang Sanders.