Maria Elisa Hospita
15 Mei 2018•Update: 16 Mei 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika Serikat menyalahkan Hamas atas kematian sedikitnya 55 warga Palestina selama demonstrasi anti-pendudukan di sepanjang perbatasan timur Jalur Gaza.
"Hamas bertanggung jawab atas insiden tragis ini. Eksploitasi mereka terhadap situasi inilah yang menyebabkan banyak korban berjatuhan dan kami meminta mereka untuk berhenti," kata juru bicara Gedung Putih Raj Shah, Senin.
Ribuan warga Palestina berkumpul di perbatasan timur Jalur Gaza sejak Senin dini hari untuk berpartisipasi dalam unjuk rasa menentang relokasi Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, sejak unjuk rasa dimulai pada 30 Maret, lebih dari 90 warga Palestina terbunuh.
Pekan lalu, pemerintah Israel mengatakan bahwa aksi protes itu termasuk "situasi perang", sehingga hukum kemanusiaan internasional tidak berlaku.
Sementara itu, PBB telah mendesak tentara Israel agar "menahan diri untuk tidak menggunakan kekerasan".
"Sekretaris Jenderal sangat khawatir dengan eskalasi kekerasan di wilayah Palestina yang diduduki dan banyaknya warga Palestina yang tewas dan terluka dalam aksi protes di Gaza," ujar juru bicara Farhan Haq dalam sebuah pernyataan mewakili Antonio Guterres.
"Dengan ketegangan yang tinggi dan lebih banyak lagi aksi protes selama beberapa hari mendatang, sangat penting bagi semua pihak untuk mengendalikan diri agar tidak ada lagi korban jiwa, termasuk memastikan semua warga sipil - khususnya anak-anak - tidak berada dalam bahaya," tambah Haq.