Rhany Chairunissa Rufinaldo
11 Oktober 2018•Update: 11 Oktober 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
AS telah menangkap mata-mata China saat berada di Belgia yang dituduh menjadi mata-mata ekonomi, Departemen Kehakiman mengumumkan Rabu.
Yanjun Xu, yang juga dikenal sebagai Qu Hui dan Zhang Hui, diekstradisi ke AS pada Selasa, departemen kehakiman lebih lanjut menyatakan bahwa dia adalah wakil direktur divisi di Kementerian Keamanan Negara China yang bekerja khusus untuk Biro Keenam, Departemen Keamanan Negara Bagian Jiangsu.
Xu telah dituduh melakukan konspirasi untuk melakukan spionase ekonomi, konspirasi untuk mencuri rahasia dagang, usaha spionase ekonomi dan usaha pencurian rahasia dagang.
Semua tuduhan terkait dengan dugaan pencurian rahasia dagang dari perusahaan penerbangan dan kedirgantaraan AS, termasuk GE Aviation, anak perusahaan General Electric.
Penangkapan Xu tampaknya menjadi yang pertama kalinya seorang agen China dibawa ke AS untuk menghadapi dakwaan.
AS sebelumnya telah menuduh para pejabat China dengan dugaan kejahatan, tetapi tidak ketika mereka berada di wilayah hukum AS.
“Kasus ini bukan insiden yang terisolasi. Ini adalah bagian dari kebijakan ekonomi keseluruhan untuk mengembangkan China dengan biaya Amerika," Asisten Jaksa Agung John Demers mengatakan dalam sebuah pernyataan yang menyertai pengumuman itu.
"Kami tidak bisa mentoleransi bangsa yang mencuri senjata kami dan hasil dari kekuatan otak kami. Kami tidak akan mentoleransi bangsa yang menuai apa yang tidak ditabur," tambahnya.
AS telah lama mengeluhkan tentang dugaan upaya Beijing untuk mencuri kekayaan intelektual Amerika dan Wakil Presiden AS Mike Pence pekan lalu menuduh badan-badan keamanan China telah mendalangi pencurian besar-besaran teknologi Amerika.
"Dengan menggunakan teknologi yang dicuri itu, Partai Komunis China mengubah logam menjadi pedang dalam skala besar," kata Pence.
Xu ditangkap di Belgia pada April sebelum diekstradisi untuk menghadapi dakwaan di AS.
Dia dijadwalkan untuk menghadapi persidangan di pengadilan federal di Cincinnati, Ohio.