Maria Elisa Hospita
23 Juni 2018•Update: 24 Juni 2018
Kasim Ileri
WASHINGTON
Pentagon pada Jumat mengumumkan bahwa latihan militer gabungan dengan Korea Selatan telah 'ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan'.
Dalam sebuah siaran pers, juru bicara kepala Pentagon Dana White mengatakan bahwa Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis telah menemui Menlu Mike Pompeo, Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Joseph Dunford, dan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton untuk mendiskusikan upaya-upaya implementasi dari pertemuan puncak antara Presiden Donald Trump dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.
"Untuk mendukung implementasi dari hasil pertemuan puncak Singapura, dan sesuai koordinasi dengan sekutu kami Republik Korea Selatan, Menlu Mattis telah menunda latihan militer sampai batas waktu yang belum ditentukan," jelas dia.
White menekankan bahwa keputusan itu juga termasuk menangguhkan program-program yang akan datang, seperti "Freedom Guardian" dan dua pelatihan Program Pertukaran Angkatan Laut Korea.
"Sebagai bentuk dukungan terhadap perundingan diplomatik pimpinan Menteri Pompeo yang akan datang, keputusan tambahan akan bergantung pada Korea Utara, yang melakukan negosiasi produktif dengan itikad baik," tambah White.
Trump mengumumkan penangguhan latihan militer gabungan saat pertemuan puncak di Sentosa Island, Singapura, pada 12 Juni, di mana dia dan Kim menandatangani kesepakatan "komprehensif", yang dimulai dengan proses denuklirisasi di Semenanjung Korea.
Meskipun Seoul dan Washington selama bertahun-tahun bersikeras bahwa mereka bersifat defensif, namun Trump pada akhirnya memutuskan untuk mengakhiri latihan "provokatif" sebagai konsesi untuk Pyongyang.
Pyongyang telah berulang kali mengecam latihan militer tahunan AS-Korea Selatan, yang dianggap sebagai percobaan invasi.