Michael Hernandez
26 Juni 2018•Update: 27 Juni 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika memutuskan menghentikan sementara penuntutan kriminal atas imigran ilegal dewasa yang bepergian dengan anak-anak mereka, yang ditangkap ketika mencoba melintasi perbatasan ke AS tanpa dokumen resmi.
Komisioner Perlindungan Bea Cukai dan Perbatasan Kevin McAleenan berkata kepada wartawan pada Senin bahwa petugas Patroli Perbatasan kini sudah berhenti merujuk para orangtua ini ke kantor jaksa penuntut sebagai usaha untuk "menjaga persatuan keluarga".
Merujuk semua pelanggar imigrasi dewasa untuk penuntutan secara kriminal adalah kunci dari kebijakan "zero tolerance" yang diterapkan Presiden Donald Trump dan membuat sebanyak 2.300 anak-anak dipisahkan dari orangtua mereka selama proses legal berlangsung, sebuah perubahan radikal yang dilakukan Trump atas kebijakan pemerintahan sebelumnya.
Pemerintahan sebelumnya tidak dengan segera merujuk orang dewasa tak berdokumen resmi atas aksi kriminal, walaupun mereka melintasi perbatasan dengan atau tanpa anak-anak.
Perubahan kebijakan oleh Trump ini membuahkan perpisahan keluarga yang kontroversial, namun kemudian dihentikan pada Rabu ketika Trump menandatangani mandat yang menyebut keluarga imigran bisa tetap bersatu selama menunggu proses penuntutan kriminal, setelah berhari-hari Trump menyalahkan Kongres dan Partai Demokrat atas aksinya.
Hanya beberapa jam sebelum pengumuman McAleenan, Jaksa Agung Jeff Sessions masih mencoba membela kebijakan "zero tolerance", menyatakan bahwa bila pemerintah menghentikan kebijakan ini, "maka akan mendorong lebih banyak orang dewasa untuk membawa anak-anak mereka secara ilegal menempuh perjalanan berbahaya yang membuat mereka berhadapan dengan risiko besar".
McAleenan berkata pemerintah masih mencari cara untuk meneruskan rencana penuntutan kriminal tanpa memaksakan "pemisahan" orangtua dengan anak-anak mereka.
Gedung Putih berkata rujukan kriminal ini hanya akan dihentikan untuk waktu yang sangat singkat.
"Ini hanya akan berlangsung singkat, karena kami akan kehabisan ruang, kami akan kehabisan tenaga untuk menjaga orang-orang tetap bersama," kata juru bicara Sarah Sanders kepada wartawan.
Bencana imigrasi ini muncul setelah Guatemala mencari status perlindungan bagi warganya setelah letusan gunung berapi yang parah di negara mereka.