07 Agustus 2017•Update: 08 Agustus 2017
Shenny Fierdha
JAKARTA
Negara-negara yang menjadi anggota Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) menyatakan keprihatinannya atas insiden di kawasan Haram al-Sharif yang berujung pada timbulnya korban jiwa dan luka.
Hal ini diungkapkan melalui siaran pers yang tercantum di situs resmi ASEAN Minggu.
Kawasan Haram al-Sharif mencakup masjid ketiga tersuci umat Islam, Masjid Al-Aqsa.
ASEAN menghimbau semua pihak untuk menjaga perdamaian, keamanan, dan stabilitas untuk mempertahankan status quo kawasan Haram al-Sharif.
Organisasi yang terbentuk pada 1967 itu mengatakan bahwa menjamin kebebasan beragama itu penting sebab hal ini merupakan hak dasar manusia, serta cerminan dari rasa hormat terhadap perbedaan agama dan budaya.
Kesucian Haram al-Sharif yang merupakan tempat sakral bagi berbagai agama selama berabad-abad lamanya pun harus dijaga dan dipertahankan.
Oleh karena itu, organisasi ini menghimbau komunitas internasional untuk berkontribusi dalam menciptakan perdamaian, keamanan, stabilitas, dan kebebasan beragama yang berkelanjutan di kawasan Haram al-Sharif.
ASEAN juga menghimbau agar proses perdamaian antara Israel dengan Palestina dapat diupayakan kembali dengan tujuan menciptakan dan mempertahankan perdamaian dengan menerapkan solusi yang melibatkan kedua negara (two-state solution). Diharapkan kedua bangsa dapat hidup berdampingan dalam batas negara masing-masing yang aman dan diakui.
Solusi final, adil, dan komprehensif untuk konflik Israel-Palestina dapat melahirkan perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah dan dunia secara keseluruhan.
Pada pertengahan Juli, kawasan Haram al-Sharif ditutup oleh pemerintah Israel menyusul peristiwa penembakan oleh pemuda keturunan Arab yang menewaskan aparat keamanan Israel.
Dunia internasional mengutuk keras tindakan Israel tersebut sehingga tak lama kemudian kawasan ini kembali dibuka.