18 Maret 2018•Update: 19 Maret 2018
Pemerintah Australia dan negara-negara ASEAN sepakat bekerja sama untuk bertukar informasi intelijen terkait pemberantasan terorisme.
Kesepakatan ini dilakukan usai ditandatanganinya nota kesepahaman atau MoU antara kepala negara ASEAN dan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull di acara KTT ASEAN - Australia yang berlangsung pada Sabtu 17 Maret 2018 waktu setempat.
Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull dalam pidatonya mengatakan negara-negara ASEAN merupakan partner yang sangat penting untuk mewujudkan keamanan di negaranya dan menjaga perdamaian di kawasan.
“Kita harus tetap bersatu untuk menghadapi teror dalam bentuk apapun seperti yang terjadi dalam kurun waktu belakangan. Kita melihat adanya penyerangan di Inggris, Irak dan Mesir serta Pakistan dan Afghanistan. Baru-baru ini Teroris yang berafiliasi dengan Daesh merebut Kota Marawi di FIlipina Selatan,” ujar Turnbull dalam video rilis Biro Pers Istana Kepresidenan RI.
Dia menambahkan pemimpin negara-negara Muslim di ASEAN juga sepakat untuk mencegah doktrin Daesh masuk ke negaranya.
“Kepala negara seperti Presiden RI Joko Widodo, PM Malaysia Najib Razak dan Sultan Brunei bersama kita sore ini. Mereka menyoroti betapa pentingnya untuk kita untuk mencegah pesan Daesh yang dapat merusak,” tambah dia.
Menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, kerja sama pemberantasan terorisme mencakup bidang penegakan hukum dan deradikalisasi.
“Kerja sama hard power misalnya masalah legislasi, law enforcement tetapi ada kerja sama yang soft power seperti deradikalisasi,” ujar Retno Marsudi dalam video rilis Biro Pers Istana Kepresidenan RI.