Rhany Chairunissa Rufinaldo
18 Oktober 2020•Update: 19 Oktober 2020
Jeyhun Aliyev
ANKARA
Kementerian Pertahanan Azerbaijan pada Minggu mengatakan pasukan Armenia telah melanggar gencatan senjata kemanusiaan baru yang baru berlangsung beberapa jam.
"Pada malam hari, musuh menembak di sekitar Kota Jabrayil, serta desa-desa di wilayah ini yang dibebaskan dari pendudukan dan terletak di sepanjang Sungai Araz, menggunakan mortir dan artileri," kata kementerian dalam pernyataan tertulis.
Gencatan senjata itu mulai diberlakukan pada Sabtu tengah malam waktu setempat dan merupakan yang kedua kalinya sejak konflik pecah di sekitar Upper Karabakh (Nagorno-Karabakh) pada 27 September.
Kementerian mengungkapkan bahwa tidak ada personel militer yang gugur dan unit-unit militer Azerbaijan mengambil tindakan pembalasan yang sesuai.
"Pasukan Tentara Azerbaijan mengambil tindakan yang relevan di perbatasan, lokasi tinggi yang penting dan posisi di sepanjang barisan depan," tambah pernyataan itu.
Kementerian mengatakan pasukan Armenia terus membuat situasi tegang pada malam hari dengan mortir dan artileri.
"Musuh berusaha untuk menyerang ke arah Aghdere, Fizuli, Hadrut, dan Jabrayil pada 18 Oktober pukul 07.00 pagi. Satuan Angkatan Darat Azerbaijan menekan upaya musuh untuk menyerang," tambah kementerian.
Pelanggaran gencatan senjata di perbatasan
Kementerian Pertahanan Azerbaijan menekankan bahwa Armenia juga berusaha untuk memperburuk situasi di perbatasan dengan negaranya.
"Pada 18 Oktober, dari 00:05 sampai 04:00 unit angkatan bersenjata Armenia ditempatkan di wilayah Chambarak dan Berd di Armenia menggunakan senjata kaliber besar yang ditembakkan ke posisi Angkatan Darat Azerbaijan di wilayah Gadabay dan Tovuz," ungkap kementerian.
Dalam pernyataan terpisah, kementerian mengatakan bahwa hingga pengumuman gencatan senjata kemanusiaan yang baru, situasi operasional di garis depan di Aghdere dan Fizuli-Hadrut relatif stabil.
Pada Sabtu, Angkatan Bersenjata Azerbaijan menghancurkan atau menonaktifkan banyak peralatan militer Armenia, termasuk dua stasiun pemandu rudal sistem rudal anti-pesawat S-300, lima tank T-72, tiga sistem roket peluncuran ganda BM-21 Grad dan sejumlah perangkat penting lainnya.