Maria Elisa Hospita
09 November 2020•Update: 10 November 2020
Ruslan Rehimov
BAKU, Azerbaijan
Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengumumkan bahwa tentara negaranya membebaskan 23 desa dari pendudukan Armenia pada Senin.
Desa-desa yang dibebaskan di antaranya Gobu Dilagarda, Yal Pirahmetli, Yuxari Yaglivend, Dilagarda, Seyid Mahmudlu dan Elesgerli di Provinsi Fuzuli; Desa Demirchiler, Chanagchi, Medetkend, Signaq di Khojaly; Desa Susanlig, Doni, Tug, Akaku dan Azikh di Provinsi Khojavend; Desa Huseynalilar, Soyudlu dan Ashagi Sirik di Jabrayil, Yukhari Mollu, Ashagi Mollu dan desa Khojik di desa Gubadli, Kechikli dan Ordekli di Provinsi Zengilan.
Sejak meluncurkan operasi militer di wilayah Nagorno-Karabakh pada 27 September, tentara Azerbaijan telah membebaskan delapan kota dan hampir 240 desa serta beberapa bukit strategis dari pendudukan pasukan Armenia.
Hubungan antara dua negara bekas Uni Soviet memanas karena keduanya memperebutkan Upper Karabakh, yang juga dikenal sebagai Nagorno-Karabakh, sejak 1991.
Sejak 27 September, pasukan Armenia berulang kali menyerang warga sipil dan tentara Azerbaijan, bahkan melanggar tiga perjanjian kesepakatan gencatan senjata.
Sekitar 20 persen wilayah Azerbaijan - termasuk Upper Karabakh dan tujuh wilayah sekitarnya - berada di bawah pendudukan Armenia selama hampir tiga dekade.
Sementara kekuatan dunia telah menyerukan gencatan senjata yang berkelanjutan, Turki mendukung hak Baku untuk membela diri dan menuntut penarikan pasukan pendudukan Armenia.
*Ditulis oleh Dilan Pamuk in Ankara