Muhammad Abdullah Azzam
05 Desember 2020•Update: 06 Desember 2020
Talha Ozturk
BELGRADE
Azerbaijan bertekad mengintegrasikan kembali warganya yang terusir oleh Armenia dari wilayah Nagorno-Karabakh. Hal itu mencakup integrasi ke dalam ranah politik, sosial, dan ekonomi negara, kata Menteri Luar Negeri Azerbaijan Jeyhun Bayramov.
Bayramov mengatakan hal itu pada Pertemuan Dewan Menteri Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama Eropa (OSCE) ke-27.
Selama konferensi video, Bayramov membicarakan tentang operasi Nagorno-Karabakh yang telah membebaskan wilayah itu dari pendudukan, dan kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani antara Azerbaijan dan Armenia di bawah mediasi Rusia.
Bayramov mengatakan Azerbaijan menjamin hak dan kebebasan yang sama bagi warga asal Armenia.
Dia mengatakan, pernyataan trilateral yang ditandatangani pada 10 November menciptakan dasar untuk mengakhiri konflik bersenjata yang telah berlangsung selama 30 tahun antara Armenia dan Azerbaijan.
Kesepakatan itu mencakup satu artikel penting tentang pengembalian migran Azerbaijan ke rumah mereka atas pengawasan UNHCR, tambah dia.
Armenia telah mengusir lebih dari 1 juta orang Azerbaijan dari rumah mereka pada 1980-an.
Bayramov berterima kasih kepada Turki dan Rusia atas upaya mereka mewujudkan perjanjian ini.
"Negara-negara tetangga ini memainkan peran penting sebagai penjamin perjanjian, yang implementasinya akan memastikan perdamaian dan stabilitas yang telah lama tertunda di wilayah Kaukasus Selatan," tukas dia.