Haydar Hadi dan Ali Murat Alhas
28 Juni 2018•Update: 29 Juni 2018
Haydar Hadi
BAGHDAD
Kelompok teror Daesh kembali meresahkan pemerintah Irak karena serangkaian penculikan baru-baru ini.
Akhir tahun lalu, Perdana Menteri Haidar al-Abadi mengumumkan bahwa keberadaan militer Daesh di Irak telah diberangus setelah pertempuran selama tiga tahun.
Pada kenyataannya, kelompok teror itu masih mempertahankan keberadaanya - meskipun dalam jumlah terbatas namun cukup efektif - di wilayah konflik itu.
Baru-baru ini Daesh menculik sejumlah tentara Irak dari jalan raya Kirkuk-Baghdad.
Daesh kemudian membuat penawaran untuk membebaskan mereka, sebagai ganti dari sejumlah anggota perempuannya yang ditahan militer Irak. Sementara itu, kerabat dari tentara yang diculik dikabarkan mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan pertukaran tahanan.
Setelah merilis rekaman video tentara yang diculik, Daesh menuntut pembebasan anggota kelompok perempuan yang ditahan oleh pasukan keamanan Irak.
Media lokal pun melaporkan bahwa anggota perempuan Daesh telah dibebaskan, dan pemerintah saat ini sedang "melakukan negosiasi" dengan Daesh untuk pertukaran tahanan.
Departemen Pertahanan dan militer Irak segera membantah kabar tersebut. Mereka mengatakan bahwa operasi antiteror baru telah dilancarkan, dan keamanan di sepanjang jalan Kirkuk-Baghdad telah diperketat.