Maria Elisa Hospita
05 Maret 2020•Update: 06 Maret 2020
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Pasukan Amerika Serikat di Afghanistan melanjutkan operasi militernya di negara itu setelah jeda 11 hari.
Sonny Leggett, juru bicara pasukan AS di Afghanistan, mengungkapkan jet AS telah meluncurkan serangan udara ke pejuang Taliban di distrik Nahr-e Saraj di selatan Provinsi Helmand pada Rabu.
"Pejuang Taliban aktif menyerang pos pemeriksaan #ANDSF [pasukan Afghanistan]. Ini adalah serangan defensif dan serangan pertama kami ke Taliban dalam 11 hari," ujar Legget.
Sebelumnya, otoritas Afghanistan mengatakan kepada Tolo news yang berbasis di Kabul bahwa 16 tentara Afghanistan tewas dalam serangan Taliban di distrik Imam Sahib di Provinsi Kunduz.
Peningkatan serangan Taliban ke pasukan Afghanistan terjadi sehari setelah Presiden AS Donald Trump menelepon Kepala Kantor Politik Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar.
Mereka membahas kesepakatan damai AS-Taliban yang ditandatangani Sabtu lalu di Qatar.
Taliban dan AS telah menyepakati "de-eskalasi kekerasan" untuk membuka jalan bagi kesepakatan damai dan dialog intra-Afghanistan yang akan berlangsung pada 10 Maret di Oslo, Norwegia.
Menurut Leggett, Taliban menyerang pos-pos pemeriksaan militer Afghanistan 43 kali di Helmand pada Selasa.
"Kepemimpinan Taliban berjanji kepada komunitas internasional bahwa mereka akan mengurangi kekerasan. Kami menyerukan kepada Taliban untuk menghentikan serangan dan menjunjung tinggi komitmen mereka. Kami akan membela sekutu kami saat diminta," tegas jubir itu.