31 Desember 2017•Update: 01 Januari 2018
Adham Keko
GHOUTA TIMUR
Bayi Suriah berusia dua tahun Qasim kini yatim piatu setelah ibunya meninggal dalam serangan udara rezim Bashar al-Assad di distrik Hammuriyah, Gharsa Timur.
Qasim mengalami luka parah dalam serangan tersebut.
Hidung dan mulutnya terluka. Dia juga kehilangan rahang atasnya, rongga hidung, bibir dan pipi.
Qasim tak sadarkan diri dan berada di ruang ICU selama dua hari.
Ayah Qasim, Mohammad Qahwaji, yang sekarang merawatnya, mengaku kesulitan memberi makan anaknya karena tidak bisa mengunyah.
"Wajahnya luka parah. Beberapa operasi sangat dibutuhkan. Dia membutuhkan perawatan segera ... Wajah anak saya memerlukan transplantasi jaringan dan bedah wajah, "kata Qahwaji kepada Anadolu Agency.
"Kami berharap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terus berdiri bersama anak-anak Ghouta Timur," katanya.
Dia mengatakan anak-anak yang terluka perlu dibebaskan dari daerah yang dikepung rezim untuk mendapatkan perawatan medis.
Dokter Qasim Abu Osman mengatakan pecahan peluru tertancap di tengkorak bayi tersebut. Tanpa perawatan, Qasim akan hidup dengan wajah cacat.
"Kami tidak memiliki peralatan untuk perawatan," tambahnya.
Serupa dengan Qasim, Karim Abdallah yang berusia dua bulan, kehilangan ibu dan mata kirinya dalam serangan udara bulan lalu di Ghouta Timur.
Karim kemungkinan juga kehilangan mata keduanya karena kurangnya perawatan medis.
Sejak Anadolu Agency pertama kali melaporkan kisah bayi Karim, ribuan orang telah menyatakan dukungan melalui kampanye di media sosial.