Riyaz ul Khaliq
03 Januari 2023•Update: 04 Januari 2023
ISTANBUL
China pada Selasa mengecam berbagai kebijakan larangan terkait langkah antisipasi Covid-19 yang diambil oleh beberapa negara terhadap wisatawan dari negara berpenduduk terbesar di dunia itu.
"Kami dengan tegas menentang praktik memanipulasi langkah-langkah pencegahan dan pengendalian pandemi untuk mencapai tujuan politik, dan akan mengambil langkah-langkah yang sesuai dengan prinsip timbal balik," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing.
Mao mengatakan pembatasan yang diberlakukan hanya pada pelancong dari China ini “tidak dapat diterima … karena respons pengendalian pandemi tidak memiliki manfaat ilmiah,” lapor penyiar negara China CGTN.
Tanggapan kecaman oleh Beijing itu muncul setelah Jepang, Amerika Serikat (AS), Italia, Malaysia, Spanyol, Maroko, Qatar, Kanada, Korea Selatan, dan Taiwan mengumumkan perlunya tes Covid-19 negatif dari wisatawan yang datang dari China.
Langkah-langkah tersebut berbeda dengan keputusan Beijing untuk membatalkan karantina wajib bagi semua pengunjung mulai 8 Januari.
Namun, Beijing mengatakan peraturan terkait Covid-19 yang diberlakukan oleh negara-negara tersebut pada wisatawan dari China harus didasarkan pada sains.
China menghadapi lonjakan infeksi yang eksplosif setelah menghapus kebijakan "nol-Covid" yang ketat bulan lalu, menyusul kerusuhan dan protes yang belum pernah terjadi sebelumnya di beberapa bagian negara itu.