Busra Nur Cakmak
29 November 2021•Update: 30 November 2021
ANKARA
Belanda mendeteksi 13 kasus varian Omicron dari virus Covid-19 yang pertama kali muncul di Afrika Selatan, kata otoritas kesehatan pada Minggu.
Institut Nasional Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Belanda (RIVM) mengatakan bahwa mereka yang terinfeksi varian Omicron datang dari Afrika Selatan ke Belanda pada Jumat.
Dalam sebuah pernyataan, RIVM mengatakan 624 penumpang yang kembali dari Afrika Selatan telah menjalani tes Covid-19 di layanan kesehatan kota di wilayah barat laut Kennemerland.
"Para penumpang dites di Bandara Schiphol dan 61 di antaranya dinyatakan positif COVID-19. Sampel tes ini dikirim ke RIVM National Institute for Public Health and the Environment untuk analisis lebih lanjut guna mendeteksi jenis varian virus Covid-19," jelas RIVM.
“Hasil awal dari genome sequencing menunjukkan varian Omicron (B.1.1.529) pada 13 sampel dari tes positif. Sequencing belum selesai. Kemungkinan varian baru akan ditemukan di lebih banyak sampel tes,” tambah RIVM.
Pekan ini, para ilmuwan Afrika Selatan mengumumkan telah menemukan varian Omicron, yang memiliki beberapa mutasi yang dapat membawa risiko infeksi ulang.
Varian yang sama juga terdeteksi di Botswana, serta Hong Kong, dan pertama kali terdeteksi pada 12-22 November sebelum diumumkan pada Kamis.
Pada Jumat, Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan strain itu sebagai "varian yang menjadi perhatian," dan menamakannya varian Omicron.
Beberapa negara di seluruh dunia kini telah melarang penerbangan dari negara-negara di selatan Afrika, termasuk Afrika Selatan, Namibia, Botswana, Zimbabwe, Mozambik, Lesotho, dan Eswatini menyusul kekhawatiran gelombang varian baru.