Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
04 Februari 2020•Update: 04 Februari 2020
James Reinl
PBB
Belasan pasien lepas landas dari ibu kota Yaman, Sanaa, untuk mencari perawatan medis di luar negeri menggunakan "penerbangan belas kasih".
Berbicara kepada wartawan di New York pada Senin, juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan penerbangan ke Amman, Yordania, hanya solusi sementara yang dirancang untuk mengurangi penderitaan rakyat Yaman.
Langkah ini diambil karena banyak dari mereka tidak bisa mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan di tanah air akibat perang.
"Hari ini adalah penerbangan perdana dari operasi jembatan udara medis yang membawa sejumlah pasien Yaman keluar dari dari Sanaa ke Amman," kata Dujarric di markas PBB.
Warga sipil yang menderita berbagai penyakit telah berjuang untuk mendapatkan perawatan di pusat-pusat kesehatan yang dihujani peluru selama bertahun-tahun.
Penerbangan dari Sanaa yang dikuasai pemberontak telah diblokir oleh koalisi pimpinan Saudi yang berjuang untuk mengembalikan pemerintahan yang telah digulingkan.
Program ini terlaksana atas kerja sama Organisasi Kesehatan Dunia, kepala kesehatan Yaman dan pemerintah Yordania, Mesir dan Arab Saudi.
“Banyak entitas PBB dan beberapa pemerintah di kawasan dan di seluruh dunia bekerja sama untuk memberi pasien-pasien ini perawatan yang mereka butuhkan di luar negeri, dan kami berterima kasih kepada mereka semua,” kata Dujarric.
Dia menambahkan bahwa PBB akan melakukan apa saja untuk memastikan kelanjutan jembatan udara medis sebagai solusi sementara untuk mengurangi penderitaan rakyat Yaman sampai solusi yang lebih berkelanjutan tercapai dalam waktu dekat.