Maria Elisa Hospita
12 Maret 2021•Update: 13 Maret 2021
Servet Gunerigok, Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat Joe Biden resmi menandatangani UU bantuan pandemi senilai USD1,9 triliun pada Kamis.
"Langkah bersejarah ini bertujuan membangun kembali tulang punggung negara ini dan memberikan kesempatan bagi para pekerja, kelas menengah, orang-orang yang membangun negara untuk berjuang," kata Biden di Oval Office.
Dengan paket tersebut, sebagian besar warga Amerika akan menerima pembayaran langsung USD1.400.
Selain itu, dana penanganan pandemi bagi pemerintah negara bagian yang terdampak pandemi juga akan ditambah.
Rencana Penyelamatan Amerika, sebagaimana UU itu secara resmi dikenal, meningkatkan program bantuan makanan hingga September dan membantu rumah tangga berpenghasilan rendah untuk membayar sewa.
Akhir pekan lalu, Senat menyetujui paket bantuan tersebut.
Kemudian, pada Rabu, Dewan Perwakilan Rakyat AS menyetujui RUU tersebut dalam pemungutan suara dengan 220-211, yang menandai kemenangan bagi Demokrat secara umum dan Biden.
Pembayaran stimulus akan berlangsung dalam beberapa minggu ke depan karena sebagian besar penerima diperkirakan sudah menerimanya pada akhir Maret.