Hayati Nupus
26 Februari 2019•Update: 27 Februari 2019
Hayati Nupus
JAKARTA
Warga negara Amerika Serikat yang diduga mengirimkan data pribadi penderita HIV Singapura mengancam akan mempublikasikan data itu ke publik jika pemerintah negeri singa tak melepaskan suaminya, lansir Channel NewsAsia.
Lewat pernyataan tertulis yang dikirimkan ke agen Biro Investigasi Federal (FBI) Chelsea Holliday pada 22 Februari 2019 lalu, Mikhy Farrera-Brochez mengaku memiliki basis data penderita HIV Singapura dan membawanya dari negeri singa ke AS.
Kepada Holliday, Brochez mengatakan akan menyerahkan data itu ke FBI jika lembaga tersebut sanggup meyakinkan Pemerintah Singapura untuk melepaskan suaminya, Ler Teck Siang.
“Namun jika Pemerintah Singapura tidak melepaskan Siang, dia akan merilis basis data itu ke publik,” tulis Holliday dalam laporan resmi.
Laporan resmi itu juga menyebutkan bahwa Brochez menghubungi FBI lewat situs web lembaga pada November tahun lalu.
Dia menuduh Ler menikahinya dengan alasan palsu. Dua agen FBI, termasuk Holliday, bertemu dengan Brochez.
“Brochez menuduh Pemerintah Singapura menculik, berbohong, memalsukan dokumen, memenjarakannya, menyamar sebagai petugas polisi dan membiarkan Brochez dipenjara,” kata Holliday.
“Namun Brochez tidak dapat memberikan bukti atas tuduhan itu dan kami menyarankannya untuk menghubungi saya jika dapat memberikan bukti,” tambah Holliday.
Brochez mengirimkan tautan data itu ke sejumlah orang, termasuk pemerintah AS, Singapura dan sejumlah media.
Pengadilan AS mendakwa Brochez atas pencurian dan pendistribusian data rahasia itu.
Kepada Holliday, Brochez mengaku akan mengirimkan basis data itu karena ingin membersihkan namanya sekaligus membebaskan Ler.
Brochez bekerja di Singapura sebagai dosen psikologi.
Dia divonis 28 bulan penjara dengan tuduhan narkoba dan penipuan, termasuk memberikan data tes darah palsu demi menutupi statusnya yang HIV positif dan memperoleh izin bekerja di negeri singa.
Ler menjabat sebagai mantan kepala Unit Kesehatan Masyarakat Nasional Kementerian Kesehatan sejak Maret 2012 hingga Mei 2013. Dia memiliki akses ke basis data HIV demi pekerjaannya.
Ler didakwa berdasarkan UU Rahasia karena gagal menjaga informasi rahasia mengenai penderita HIV.
Brochez dan Ler merupakan pasangan sejenis yang mulai hidup bersama di Singapura pada 2008 dan menikah di New York pada 2014.