Emir Yildirim
31 Oktober 2024•Update: 06 November 2024
ISTANBUL
Irisan bawang bombay yang ditemukan di restoran cepat saji McDonald's Quarter Pounders dan pilihan menu lainnya diduga menjadi penyebab wabah E. coli yang mencapai 90 kasus di 13 negara bagian, kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.
Setelah penyelidikan dimulai minggu lalu, juru bicara Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pada Rabu malam mengonfirmasi bahwa bawang yang terinfeksi itu berasal dari produsen Taylor Farms, sedangkan cabang McDonald's yang terdampak dipasok oleh perusahaan tersebut.
Taylor Farms menarik kembali bawang kuning yang diproduksi di pabrik mereka di Colorado saat FDA memulai penyelidikan terhadap tanaman tersebut setelah 29 orang melaporkan infeksi.
Lima orang lagi dirawat di rumah sakit karena kasus E. coli yang baru ditemukan hingga hari Rabu kemarin, dan jumlah kematian dilaporkan baru satu orang, kata laporan CDC.
CDC mengatakan bahwa meski gejala E. coli biasanya mulai tiga hingga empat hari setelah masuk ke tubuh, kebanyakan orang pulih tanpa pengobatan dalam waktu seminggu, meski beberapa di antaranya mungkin memiliki masalah ginjal yang serius, dan infeksi ini sangat serius bagi orang tua.