Muhammad Abdullah Azzam
03 September 2019•Update: 03 September 2019
Yusuf Özcan
PARIS
Intelejen Prancis mengkhawatirkan warga ekstremis sayap kiri yang bergabung dalam kelompok YPG/PKK di Suriah akan melakukan serangan teror di negaranya.
Berdasarkan laporan dari sebuah majalah di Prancis, Mediapart, para ekstremis sayap kiri asal Prancis yang merupakan anggota organisasi teroris YPG/PKK di Suriah datang ke negara tersebut.
Pihak intelejen memantau kegiatan para teroris ini secara ketat karena dikhawatirkan akan melakukan serangan teror di Prancis.
Intelijen Perancis menganggap para militan tersebut sebagai ancaman terhadap keamanan negara. Para militan itu dilatih untuk siap melancarkan serangan kapan saja.
Dalam berita itu, intelijen mengkhawatirkan serangan terhadap sebuah helikopter gendarmerie di daerah Notre Dame des Landes pada April lalu dilakukan oleh seorang militan sayap kiri YPG/PKK yang memasuki negara tersebut.
Para militan menargetkan lokasi simbolis Prancis dan intelijen pun sedang memantau sekitar 100 militan di negara tersebut.
Laporan itu juga menyebut banyak warga Prancis tewas di Suriah saat berperang di barisan YPG/PKK, sebagian dari mereka pergi ke Kolombia dan bergabung dengan kelompok-kelompok teroris di sana.
Intelijen Prancis bekerja sama dengan Badan Intelijen Nasional Turki (MIT) untuk mengidentifikasi dan menangkap para militan yang datang dari Suriah, tutur berita tersebut.
Dengan begitu pihak berwenang Prancis dapat menangkap para teroris ini saat tiba di Perancis.
Media Prancis tersebut juga mengungkapkan Intelijen Turki MIT membagikan percakapan para militan lewat Skype.