15 Agustus 2017•Update: 15 Agustus 2017
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
CEO perusahaan teknologi Intel Corp. Brian Krzanich dan CEO perusahaan pakaian olahraga Under Armor Kevin Plank mundur dari Dewan Manufaktur Amerika yang didirikan Presiden AS Donald Trump. Pengumuman pada Senin malam itu datang setelah Presiden Trump memberikan pernyataan mengenai demonstrasi akhir pekan oleh kelompok supremasi kulit putih. Kericuhan itu kemudian menewaskan seorang perempuan berusia 32 tahun.
“Saya sudah mengajukan pengunduran diri dari Dewan Manufaktur Amerika,” kata Krzanich. “Saya mundur untuk menyoroti dampak buruk dari iklim politik kita yang berimbas pada isu-isu kritis, termasuk pentingnya mengomentari penurunan industri manufaktur AS.”
Dia menambahkan bahwa politik dan agenda politik menyampingkan tujuan penting yaitu membangun ulang bidang produksi AS.
Sedangkan Plank mengatakan dia mengapresiasi kesempatan menjadi anggota dewan namun mantap mundur.
“Kami tetap yakin dengan potensial dan kemampuan meningkatkan produksi Amerika,” bunyi pernyataannya. “Namun, Under Armor berkepentingan dengan inovasi dan olahraga, bukan dunia politik.”
Kedua pengunduran diri itu datang setelah CEO Merck & Co. Kenneth Frazier pertama mengumumkan penurunannya dari dewan pada Senin.
Frazier, satu dari sedikit warga AS kulit hitam yang menjadi CEO perusahaan Fortune 500, menyatakan Trump “harus menghormati pandangan fundamental kami dengan jelas menolak kebencian, kefanatikan dan supremasi kelompok”.
Di lokasi Trump Tower di New York Senin malem, ribuan demonstran mengelilingi gedung itu untuk memprotes kejadian anarki di Charlottesville dan respon Trump atas insiden itu yang dianggap kurang tegas.
Demonstran meneriakkan slogan “Shame! Shame!” untuk mempermalukan Presiden AS itu ketika limosinnya tiba.