Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
20 Januari 2020•Update: 21 Januari 2020
Islamuddin Sajid
ISLAMABAD, Pakistan
China melaporkan kasus kematian ketiga akibat virus misterius yang merebak di beberapa bagian negara itu, Senin.
Menurut media lokal The South China Morning Post, pemerintah juga mengkonfirmasi tambahan 136 kasus baru.
Otoritas kesehatan Provinsi Wuhan melaporkan bahwa seorang pasien meninggal dunia pada Sabtu, sementara 59 kasus baru dikonfirmasi pada hari yang sama dan 77 kasus pada Minggu.
Tambahan itu menjadikan jumlah total kasus yang dikonfirmasi mencapai angka 198.
Virus yang menyebabkan gejala seperti pneumonia itu menyebarkan ketakutan di kalangan masyarakat di tengah persiapan perayaan Tahun Baru Imlek, di mana ratusan juta orang akan bepergian ke kampung halaman.
Namun, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China mengatakan wabah itu dapat dicegah dan dikendalikan.
"Virus baru itu bukan sindrom pernafasan akut yang parah, atau SARS, yang menewaskan lebih dari 700 orang di seluruh dunia dalam wabah 2002-2003 yang berasal dari China," kata lembaga itu dalam sebuah pernyataan.
Sebelumnya pada Kamis, China mengkonfirmasi dua kasus kematian akibat virus itu di Provinsi Wuhan.
Selain China, Thailand juga melaporkan dua kasus terkait virus yang sama, sementara Jepang satu kasus.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pihak berwenang China meyakini virus corona baru - rumpun virus SARS dan MERS (Sindrom Pernafasan Timur Tengah) yang mematikan - kemungkinan menjadi penyebab kasus pneumonia misterius di kota itu.
"Coronavirus adalah rumpun besar virus yang berkisar dari flu biasa hingga SARS. Beberapa menyebabkan penyakit yang tidak terlalu parah, beberapa lebih parah. Beberapa menularkan dengan mudah dari orang ke orang, sementara yang lain tidak," menurut WHO, seperti dikutip oleh majalah Scientific America.