Rhany Chairunissa Rufinaldo
26 Oktober 2018•Update: 26 Oktober 2018
Fuat Kabakci
BEIJING
Memecah kesunyiannya atas kontroversi internasional yang sedang bergolak, China pada Kamis menyebut pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi pada 2Oktober “sangat disayangkan.”
China telah mengikuti pernyataan yang dibuat oleh semua pihak, termasuk Arab Saudi dan Turki, serta proses penyelidikan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying mengatakan dalam konferensi pers di Beijing.
Mengenai pembunuhan itu, dia mengatakan "ini adalah insiden yang sangat disayangkan," menambahkan bahwa kasus itu harus diselidiki dengan benar.
Hingga saat ini China masih bungkam soal pembunuhan wartawan Saudi dan belum melayangkan pertanyaan.
Khashoggi, kolumnis untuk Washington Post, terakhir terlihat pada 2 Oktober ketika dia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul.
Setelah beberapa hari menyangkal mengetahui tentang keberadaannya, para pejabat Saudi pekan lalu mengakui bahwa Khashoggi terbunuh dalam perkelahian di konsulat.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Selasa mengumumkan temuan awal negaranya dalam penyelidikan, mengatakan bahwa pembunuhan Khashoggi telah direncanakan.