Chandni
30 April 2018•Update: 01 Mei 2018
KHARTOUM
Delegasi anggota kongres AS tiba di Sudan pada Minggu untuk bertemu dengan pejabat-pejabat Sudan dalam kunjungan pertama sejak AS mencabut sanksi terhadap negara itu tahun lalu.
Kelompok yang dipimpin oleh Luis Vicente Gutierrez itu akan bertemu Perdana Menteri Sudan Bakri Hassan Salih serta pejabat-pejabat tinggi, pemimpin oposisi, dan perwakilan dari organisasi-organisasi masyarakat sipil.
Kunjungan ini diharapkan bisa menormalisasi hubungan antara Khartoum dan Washington menyusul pencabutan sanksi pada Oktober lalu.
Dalam pernyataan yang disampaikan kepada media, ketua parlemen Sudan Ibrahim Ahmed Omer mengatakan akan membahas beberapa isu, termasuk mencabut Sudan dari daftar AS terkait negara-negara yang mendukung terorisme.
Pada 1993 silam, Sudan dicap oleh AS sebagai salah satu negara yang mendukung terorisme karena melindungi organisasi-organisasi teroris.
Para pejabat juga akan membahas masalah-masalah yang masih dihadapi Sudan walaupun AS sudah mencabut sanksi, kata Omer.
"Kami ingin Amerika melihat Sudan apa adanya dan bukan hanya mendengar berbagai pihak yang memberikan gambaran negatif mengenai Sudan," jelas Omer.
Gutierrez mengatakan siap mendengar pandangan pejabat-pejabat Sudan dan membahas peran parlemen dalam memperbaiki hubungan antar-negara.
"Kami berada di sini untuk mendengar dan melihat tantangan-tantangan yang dihadapi Sudan," kata dia. "Kami memiliki banyak perbedaan tapi kami percaya bisa mengatasinya lewat dialog."