Rhany Chairunissa Rufinaldo
18 Oktober 2020•Update: 18 Oktober 2020
Said Amuri, Talal Arif
YERUSALEM
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan pada Minggu bahwa di bawah kesepakatan normalisasi yang kontroversial, delegasi perdagangan Israel akan melakukan perjalanan ke negara bagian Teluk Bahrain.
Dalam pernyataan tertulis, Netanyahu mengatakan delegasi perdagangan pertama Israel ke Bahrain akan dipimpin oleh kepala Dewan Keamanan Nasional Meir Ben-Shabbat.
Delegasi itu akan membahas isu penerbangan, transportasi, teknologi, industri, perdagangan, keuangan, pariwisata, pertanian, hubungan diplomatik, kesehatan dan budaya dengan pejabat senior Bahrain dan Amerika Serikat.
Netanyahu menambahkan bahwa selama kunjungan, protokol tambahan untuk kesepakatan yang menormalkan hubungan diplomatik antara kedua negara juga akan ditandatangani.
Pada 15 September Bahrain dan Uni Emirat Arab setuju untuk membangun hubungan diplomatik, budaya, dan komersial penuh dengan Israel setelah menandatangani perjanjian kontroversial di Gedung Putih.
Kesepakatan tersebut telah menuai kecaman luas dari warga Palestina, yang mengatakan kesepakatan tersebut mengabaikan hak-hak mereka dan tidak melayani kepentingan Palestina.