Maria Elisa Hospita
23 Januari 2019•Update: 23 Januari 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Akhir pekan ini, Senat Amerika Serikat (AS) akan menggelar pemungutan suara untuk dua rancangan undang-undang, yang diharapkan dapat mengakhiri penutupan parsial pemerintahan yang telah berlangsung selama sebulan.
Dua RUU itu di antaranya pembukaan kembali pemerintahan yang artinya mencakup anggaran tembok perbatasan AS-Meksiko senilai USD5,7 miliar usulan Presiden Donald Trump dan dan langkah sementara yang akan mendanai pemerintah hingga awal Februari.
Kedua RUU berpeluang kecil untuk lolos, sementara RUU pertama membutuhkan dukungan suara sedikitnya 60 dari 100 senator.
Sebagai imbalan pendanaan tembok perbatasan, Trump pun menjanjikan tiga tahun bantuan legislatif bagi penerima DACA dan perpanjangan perlindungan sementara untuk kelompok migran lain yang melarikan diri dari negara mereka karena konflik atau bencana alam.
Namun, pemimpin minoritas Senat Chuck Schumer pesimistis proposal Trump akan lolos karena oposisi Demokrat.
DACA, atau Aksi Ditangguhkan untuk Kedatangan Anak Kecil, adalah kebijakan imigrasi warisan pemerintahan Barack Obama yang memberikan perlindungan kepada mereka yang dibawa ke AS secara ilegal saat masih anak-anak.
Sementara penutupan pemerintah memasuki hari ke-32, tidak jelas apakah proposal untuk mendanai badan-badan pemerintahan hingga pekan pertama Februari dapat mengumpulkan 60 suara yang diperlukan untuk meloloskan RUU tersebut.
Jika penutupan pemerintah berlanjut hingga Jumat, sekitar 800.000 pegawai pemerintah federal tak akan mendapat gaji.