Rhany Chairunissa Rufinaldo
31 Agustus 2018•Update: 31 Agustus 2018
Murat Temizer
ANKARA
Denmark diperkirakan akan menjadi importir minyak mentah mulai 2018 dan seterusnya, setelah 25 tahun menjadi eksportir, menurut perkiraan Badan Energi Denmark pada Kamis malam.
Lembaga itu mengatakan bahwa 2017 adalah tahun terakhir di mana Denmark menghasilkan lebih banyak minyak daripada yang dikonsumsi negara itu.
"Negara ini diperkirakan akan menjadi pengimpor minyak mentah dari 2018. Namun, Denmark diperkirakan akan tetap menjadi pengekspor gas sampai 2035," kata lembaga itu.
Lembaga Denmark itu mengatakan bahwa sejak 1993, Denmark adalah satu-satunya negara di Uni Eropa yang menjadi pengekspor minyak dan gas.
"Untuk minyak, posisi itu akan berakhir pada 2018. Kecuali pada 2024, konsumsi minyak Denmark diperkirakan akan melebihi jumlah yang dihasilkan Laut Utara," kata lembaga tersebut.
Menurut perhitungan lembaga itu, perubahan dalam perkiraan produksi minyak berasal dari keseluruhan penurunan produksi minyak yang diharapkan -- yang berkurang 8 persen dibandingkan perkiraan tahun lalu.
"Selanjutnya, waktu mulai beberapa ladang dan pencarian minyak mentah akan ditunda, sementara beberapa fasilitas akan direkonstruksi, salah satunya ladang Tyra, yang berakibat penurunan produksi minyak pada 2020 dan 2021," jelasnya.
Ladang minyak Tyra, yang terletak di Laut Utara Denmark, adalah ladang gas terbesar di Denmark.
"Denmark diperkirakan akan terus menjadi pengekspor gas sampai 2035, kecuali untuk tahun 2020 dan 2021, di mana penurunan signifikan dalam produksi gas diperkirakan akan terjadi karena rekonstruksi fasilitas Tyra yang direncanakan," jelas lembaga tersebut.