Muhammad Abdullah Azzam
07 Januari 2021•Update: 08 Januari 2021
Esref Musa
TAL ABYAD, Suriah
Anggota teroris YPG/PKK, yang menyusup ke wilayah Operasi Mata Air Perdamaian Turki, meledakkan bom di pinggir jalan di kota Tal Abyad, Suriah.
Ledakan bom itu menyebabkan dua anak Suriah tewas.
Para teroris menanam alat peledak di jalan yang dilewati oleh warga sipil untuk pergi ke ladang mereka, menurut sumber keamanan.
Dua anak laki-laki bersaudara, Wasik, 10, dan Mohammad, 14, tewas setelah teroris PKK meledakkan bom di pinggir jalan saat sebuah kendaraan yang membawa keluarga Suriah itu melintasi jalan tersebut.
Pengemudi kendaraan berhasil diselamatkan oleh tentara Turki di daerah tersebut.
"Kami sedang dalam perjalanan untuk mengairi ladang kami demi mencari nafkah saat serangan itu terjadi," kata Mahmut al-Sheikh, yang kehilangan dua anaknya dalam serangan teroris itu.
“Saya ingat segalanya tentang anak-anak saya. Mereka adalah bagian dari darah saya. Saya tidak bisa tidur tadi malam. Pembunuhan mereka melukai saya sampai ke tulang,” kata dia kepada Anadolu Agency.
Puluhan warga sipil tewas dan mengalami luka-luka akibat serangan bom mobil dan ranjau yang ditanam semenjak YPG/PKK dipukul mundur dari Tal Abyad dan Ras al-Ayn.
Tentara Nasional Suriah, kelompok pemberontak yang memerangi rezim Assad dan merupakan sekutu lokal Turki di Suriah, bekerja untuk menjinakkan ranjau di distrik Ayn Issa dan Tal Abyad.
Tal Abyad berada dalam wilayah Operasi Mata Air Perdamaian Turki, yang diluncurkan pada 9 Oktober 2019 untuk melenyapkan teroris YPG/PKK dari utara Suriah di timur Sungai Eufrat untuk mengamankan perbatasan Turki, membantu pengembalian pengungsi Suriah dengan aman, dan memastikan keamanan integritas teritorial Suriah.
Operasi tersebut dihentikan sementara setelah dua perjanjian dengan AS dan Rusia yang mengizinkan teroris untuk menarik diri dari zona bebas teror yang direncanakan.
Tapi teroris YPG/PKK terus melancarkan serangan terhadap warga sipil.
Sejak 2016, Turki meluncurkan tiga operasi anti-teror yang berhasil di utara Suriah untuk mencegah pembentukan koridor teror.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan UE - bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi. YPG adalah cabang PKK di Suriah.