ANKARA
Duta besar Afghanistan yang baru untuk Ankara Amir Mohammad Ramin pada Kamis mengatakan bahwa misi penjaga perdamaian Turki di Bandara Internasional Hamid Karzai adalah untuk mendukung perdamaian dan stabilitas di sana.
Berbicara kepada sejumlah wartawan dari Asosiasi Koresponden Diplomatik Turki, Dubes Afghanistan Ramin memuji peran Turki di Afghanistan.
"Seluruh gagasan kelanjutan misi penting Turki di Afghanistan adalah untuk memastikan bahwa perdamaian dan stabilitas di Afghanistan dipertahankan dan diperkuat," kata Ramin.
Dia menekankan bahwa perdamaian dan stabilitas "Afghanistan memiliki hubungan erat dengan perkembangan ekonomi kawasan, termasuk mencegah masuknya migrasi ke semua negara tetangga dan kawasan, terutama Turki."
"Ini adalah misi perdamaian. Ini untuk mendukung perdamaian dan stabilitas," ujar dia, seraya menambahkan bahwa misi tambahan Turki di bandara itu "akan terus mendapat dukungan dari Pemerintah Afghanistan, serta dukungan dari anggota NATO lainnya, terutama AS."
Ramin mengatakan bahwa ada "lima lapisan keamanan" sebagai bagian dari misi tersebut.
“Empat dari mereka akan ditangani oleh pasukan keamanan Afghanistan, dan kemudian Turki akan berada di dalam bandara. Dan jelas pertahanan udara akan memastikan bahwa ada juga langkah-langkah keamanan untuk penggunaan bandara oleh warga sipil,” tambah dia.
Ankara telah menjalankan operasi militer dan logistik di bandara Kabul selama enam tahun sebagai bagian dari Misi Dukungan Tegas yang dipimpin NATO.
Arus migran ilegal baru dari Afghanistan
Ramin mengatakan negosiasi antara pemerintah Afghanistan dan Taliban "belum memenuhi harapan rakyat Afghanistan dan juga pemerintah" karena tujuan utama negosiasi adalah untuk mengurangi kekerasan dan mencapai gencatan senjata yang komprehensif di seluruh negeri.
"Sebaliknya, sayangnya, kami melihat lonjakan dan peningkatan kekerasan," ujar dia, seraya menambahkan perpindahan ribuan orang memicu arus migran baru ke negara-negara tetangga.
Mengutip “masuknya migran” terbaru dari Afghanistan ke Turki, dubes Afghanistan mendesak masyarakat internasional untuk mendorong gencatan senjata di negaranya.
"Migrasi khusus ini bukanlah sesuatu yang baru," kata Ramin, menambahkan bahwa pihak berwenang Afghanistan dalam waktu yang lama "memiliki kerja sama yang sangat erat dengan otoritas tingkat tinggi Turki untuk memastikan bahwa semua masalah ditangani."
Dia mengatakan bahwa mereka telah meminta otoritas Turki untuk mengidentifikasi warga negara Afghanistan yang mungkin telah menyebabkan masalah atau membahayakan hubungan bilateral dan dikirim kembali ke Afghanistan.
Ramin juga membuat "permohonan dan permintaan yang rendah hati" kepada partai-partai politik Turki mengenai masalah ini, dan mengatakan bahwa negaranya "dalam masa yang sangat sulit."
"Permintaan kami [Afghanistan] yang rendah hati dan permintaan rendah hati saya sebagai duta besar Afghanistan adalah untuk meminta beberapa kekuatan politik untuk memastikan (masalah) ini tidak berubah menjadi alat kampanye politik terhadap satu sama lain," kata dubes itu.
Di sisi lain, ada juga banyak migrasi formal dari Afghanistan, Ramin mengatakan bahwa Afghanistan menempati urutan kedelapan di Turki dalam hal investasi properti oleh warga Afghanistan.
“Mereka adalah orang-orang yang datang untuk membelanjakan uangnya, dan banyak dari mereka di sini bersama keluarganya. Mereka telah berkontribusi secara ekonomi di berbagai sektor ekonomi di Turki,” tambah dia.
Duta Besar Afghanistan juga mengatakan ada pekerja yang datang ke Turki selama musim panas, berkontribusi pada kerja paksa dan kemudian pergi di musim dingin.
Menekankan bahwa beberapa pekerja musiman itu datang dan bekerja secara ilegal, Ramin mengatakan ini harus diatur secara resmi.
Menekankan "Turki telah melakukan banyak tindakan di sepanjang perbatasan," dia mengatakan bahwa masuknya migran gelap terbaru adalah karena kekerasan oleh Taliban.
"Ibu mereka tidak ingin mereka pergi dan bergabung dengan Taliban, jadi ibu mereka ingin mereka meninggalkan Afghanistan sementara sampai ada kejelasan situasi di negara," tutur dia.
"Saya kira, dari segi ideologi, tidak ada perbedaan antara ideologi Daesh dan ideologi Taliban," kata Ramin.
Dubes itu mengatakan sejumlah besar pria Afghanistan sebenarnya telah pergi ke Pakistan, Tajikistan, Uzbekistan, dan Iran.
Dia mengatakan ada jutaan warga Afghanistan yang tinggal di Pakistan dan Iran, menambahkan angka ini di Turki untuk tahun 2020 adalah 200.000 dan banyak dari mereka adalah migran legal, termasuk penduduk dan mereka yang melakukan investasi.
Turki telah menjadi titik transit utama bagi migran gelap yang ingin menyeberang ke Eropa untuk memulai kehidupan baru, terutama mereka yang melarikan diri dari perang dan penganiayaan.
news_share_descriptionsubscription_contact


