Rhany Chairunissa Rufinaldo
03 April 2019•Update: 04 April 2019
Muhammad Mussa
LONDON
Menteri Keamanan Inggris pada Selasa mengatakan para ekstremis sayap kanan belajar cara membuat bahan peledak dari petunjuk online yang diunggah oleh kelompok teror Daesh.
Berbicara kepada Komite Pertahanan di parlemen, Ben Wallace memperingatkan tentang bagaimana individu-individu tertentu dari sayap kanan Inggtis bisa menimbulkan bahaya dan risiko yang signifikan.
"Metode yang membawa orang-orang ini ke depan pintu kita sebagian besar beredar melalui Internet," ujar Wallace.
"Mereka berkomunikasi melalui Internet, terkadang kita menemukan mereka benar-benar melihat manual teror Daesh untuk belajar bagaimana membuat bom," tambah dia.
Wallace juga membahas peran Internet dalam memberdayakan sayap kanan, dengan mengatakan bahwa penggunaan internet telah membuat sayap kanan menjadi organisasi yang lebih kuat.
Dia juga memperingatkan risiko yang ditimbulkan oleh individu sayap kanan tertentu terhadap masyarakat Inggris.
"Mereka adalah kelompok ekstremis yang bergejolak, dan kita perlu masuk ke sana menggunakan pengalih perhatian, untuk mencegah mereka menjadi kelompok teroris masa depan," tutur Wallace.
Ketika ditanya apakah sayap kanan Inggris adalah fenomena baru, dia mengatakan bahwa neo-Nazi selalu bebas di Inggris, tetapi kenaikannya baru-baru ini menunjukkan bahwa mereka lebih mampu dan terorganisir, sama seperti Daesh.
Menurut penelitian oleh The Independent, ekstremisme sayap kanan terus tumbuh di Inggris dan warga kulit putih Inggris lebih cenderung bersimpati dengan ekstremisme yang menargetkan keturunan Muslim Asia.
Pemerintah telah diperingatkan untuk tidak semata-mata fokus pada ekstremisme yang berorientasi pada Muslim, karena ekstremisme sayap kanan adalah ancaman yang terus tumbuh.