Marıa Elısa Hospıta
29 Januari 2020•Update: 30 Januari 2020
Aamir Latif
KARACHI, Pakistan
Empat mahasiswa asal Pakistan yang berada di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, terjangkit virus korona.
"Pakistan akan bertanggung jawab penuh dalam perawatan dan penyembuhan para mahasiswa," kata Zafar Mirza, penasihat masalah kesehatan dari kantor perdana menteri Pakistan Zafar Mirza, pada Rabu.
Dia menegaskan bahwa otoritas akan mengawasi kondisi warga Pakistan yang tinggal di China.
Padahal, awal pekan ini, Kedutaan Besar China di Islamabad baru mengonfirmasi bahwa semua mahasiswa Pakistan di Wuhan "aman dan sehat".
Lebih dari 500 mahasiswa Pakistan tinggal di Kota Wuhan, di mana coronavirus pertama kali diidentifikasi akhir tahun lalu.
Virus tersebut kemudian telah menyebar ke 30 provinsi lainnya di negara itu.
Mirza juga menekankan bahwa sejauh ini tidak ada virus korona yang diidentifikasi di Pakistan.
Komisi Kesehatan Nasional China mengungkapkan bahwa korban tewas di China akibat wabah virus korona sudah mencapai 132 orang.
Sebanyak 5.974 kasus pneumonia yang disebabkan oleh coronavirus, yang juga dikenal sebagai 2019-nCoV, dilaporkan di China.
Sementara itu, sebanyak 9.239 orang dicurigai terinfeksi virus mematikan itu.
Puluhan kasus juga telah dilaporkan di Jepang, Korea Utara, Korea Selatan, Thailand, AS, Singapura, Prancis, Jerman, Malaysia, Australia, dan Vietnam.