Erric Permana
25 Oktober 2018•Update: 26 Oktober 2018
Erric Permana
JAKARTA
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi mengaku dalam empat tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo, Indonesia telah menyelamatkan 443 Warga Negara Indonesia (WNI) dari ancaman hukuman mati. ]
Menurut Menlu Retno ini merupakan salah satu bentuk kinerjanya dalam melakukan diplomasi perlindungan terhadap WNI.
Selain telah menyelamatkan WNI dari hukuman mati, Retno mengaku telah menyelematkan 39 WNI dari penyanderaan di Filipina Selatan.
“Peningkatan upaya perlindungan WNI tampak sangat menonjol pada politik luar negeri era presiden Jokowi,” ujar Retno saat memaparkan keberhasilan Pemerintahan Jokowi - JK, di Jakarta, Kamis.
Retno juga mengaku telah menyelesaikan 51 ribu kasus WNI di luar negeri dan mengevakuasi 16 ribu WNI dari daerah konflik dan bencana alam.
Dia mengklaim telah mengembalikan hak finansial WNI yang selama ini bekerja di luar negeri mencapai Rp 408 miliar.
“181 ribu TKI bermasalah telah direpatriasi,” tambah dia.
Selain perlindungan WNI, Retno Marsudi juga mengklaim diplomasi Indonesia telah diakui dunia.
Hal itu terlihat dari negosiasi perbatasan yang mengalami kemajuan signifikan dengan puluhan perundingan sejak 2015.
Tercatat ada 25 perundingan di 2015, 36 perundingan di 2016, dan 35 perundingan di 2017.
Sementara tahun ini sudah ada 19 perundingan.
Hasil dari perundingan yang selesai yaitu ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) kita dengan Filipina, dimana sudah diratifikasi dan disahkan UU. Garis batas laut segmen timur Selat Singapura juga selesai diratifikasi.
Ada juga perjanjian (MoU) survei untuk demarkasi darat, kerja sama dengan Kemendagri dan lain-lain.
Sementara di sisi diplomasi ekonomi, pemerintah berhasil menghasilkan terobosan-terobosan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat Indonesia.
"Untuk pertama kali Indonesia membuat Indonesia Africa Forum. Dan dalam dua hari penyelenggaraan terjadi deal bisnis USD2 miliar. Lalu ada koneksi udara Indonesia dengan benua Afrika untuk pertama kalinya tersambung melalui penerbangan Jakarta-Addis Ababa,” kata Menlu Retno.
Menlu Retno pada kesempatan ini pun menyebutkan sejumlah capaian yang paling menonjol dalam kontribusi Indonesia kepada dunia. Di antaranya adalah dukungan yang diberikan kepada Palestina.
Indonesia kata dia berencana membuat Rumah Sakit terbesar di Gaza yang merupakan sumbangan masyarakat Indonesia mencapai Rp 126 miliar. Bantuan lainnya dari masyarakat Indonesia untuk Palestina sebesar USD700 ribu atau sekitar Rp 10 miliar untuk membangun fasilitas desalinasi air.
Kontribusi lainnya yang diakui dunia yakni dukungan untuk menyelesaikan konflik di Afghanistan dengan menggelar pertemuan ulama tiga negara pada Mei 2018 lalu serta membantu penyelesaian konflik pengungsi Rohingya di Myanmar.