Muhammad Abdullah Azzam
01 September 2020•Update: 02 September 2020
Ali Murat Alhas
ANKARA
Turki tidak akan mentolerir tindakan ilegal di wilayah Aegea dan Mediterania, kata presiden negara itu, Senin.
"Turki tidak akan mengizinkan pembajakan atau bandit di kawasan Mediterania dan Aegea," kata Recep Tayyip Erdogan saat menghadiri acara yang memperingati musim penangkapan ikan di provinsi Giresun.
Erdogan mengatakan wilayah teritorial Turki tidak akan terbatas hanya pada pantainya saja, karena Turki adalah negara yang memiliki garis pantai terpanjang di Laut Mediterania.
Presiden Turki menanggapi perselisihan baru-baru ini dengan Yunani soal perbatasan laut, terutama mengenai eksplorasi energi di Mediterania Timur.
Dia menambahkan bangsa Turki tidak akan melanggar hak pihak lain, serta tidak akan membiarkan haknya dilanggar [...] Kami bertekad sepenuhnya membela hak maritim bangsa kami dan Siprus Turki."
"Oruc Reis [kapal bor] kami dengan teguh mempertahankan aktivitas penelitian seismiknya; Insya Allah kami berharap secepatnya mendapatkan kabar baik dari Mediterania, seperti yang kami lakukan di Laut Hitam," ungkap Erdogan.
Yunani berusaha membatasi wilayah maritim Turki secara ilegal, dan mencoba memperkecil wilayah perairannya ke daerah pantainya berdasarkan pulau-pulau kecil Yunani di dekat pantai Turki.
Turki beragumen bahwa kedua belah pihak harus duduk dalam dialog untuk mencapai solusi yang saling menguntungkan berdasarkan pembagian yang adil.
Yunani baru-baru ini melakukan latihan militer yang bertujuan untuk mengintimidasi Turki agar menghentikan eksplorasi energi, serta pulau-pulau Aegea yang dipersenjatai secara ilegal, yang melanggar perjanjian perdamaian yang telah berlangsung lama.