Maria Elisa Hospita
09 Oktober 2018•Update: 09 Oktober 2018
Addis Getachew
ADDIS ABABA, Ethiopia
Dalam upaya untuk melindungi para tenaga kerjanya dari penganiayaan dan memberi mereka jalur legal untuk bekerja di luar negeri, pemerintah Ethiopia secara resmi akan membuka layanan pekerjaan di luar negeri mulai Rabu, 10 Oktober.
Menurut juru bicara Kementerian Tenaga Kerja dan Sosial Ethiopia, Assefa Yirgalem, persiapan telah dilakukan untuk memungkinkan pekerja rumah tangga Ethiopia melakukan perjalanan ke negara-negara Timur Tengah mulai besok.
Lima tahun lalu, Ethiopia melarang warganya bepergian ke wilayah itu untuk melindungi mereka dari penganiayaan.
Program baru akan dimulai dengan Arab Saudi, Qatar, dan Yordania - tiga negara Teluk yang menandatangani kesepakatan dengan Ethiopia - untuk memungkinkan migran bekerja secara legal.
Selama kunjungan ke Arab Saudi pada Juni, Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed berhasil membebaskan ratusan tahanan Ethiopia yang dipenjara karena berbagai pelanggaran di negara-negara Teluk.