Chandni
18 Januari 2018•Update: 19 Januari 2018
Muhammad Mussa
LONDON
Perusahaan media sosial Facebook menuruti permintaan parlemen Inggris agar mendalami investigasi mereka terhadap dugaan adanya agen-agen Rusia yang menggunakan platform itu untuk menyebarkan berita palsu guna mempengaruhi hasil referendum Brexit.
Permohonan itu disampaikan oleh Komite Digital, Budaya, Media dan Olahraga Inggris dan Facebook mengatakan akan menyelidiki apakah ada sejumlah akun-akun yang sengaja menyebarkan informasi palsu.
Facebook sebelumnya dikritik karena investigasi mereka yang terbatas mengenai kasus yang sama.
Tahun lalu, mereka membuka penyelidikan untuk menanggapi permintaan Komisi Pemilihan Inggris yang menduga adanya sejumlah akun dari Badan Riset Internet (IRA) asal Rusia. Organisasi IRA dicurigai menjadi sumber berita palsu yang tersebar online saat pemilihan presiden AS pada 2016 lalu.
Direktur kebijakan di Facebok Simon Milner mengatakan akan segera membuka penyelidikan itu untuk "melihat apakah terjadi aktivitas mirip apa yang ditemukan di AS".
Komite yang bertugas mengawasi penyelidikan ini menimbang kemungkinan akun-akun yang sama itu juga menargetkan proses pemilihan di Inggris dan merilis berita-berita palsu yang bisa mempengaruhi hasil pengambilan suara mengenai keluarnya Inggris dari Uni Eropa.
"Sebaiknya perusahaan-perusahaan seperti Facebook mengadakan penyelidikan mereka sendiri terhadap isu-isu seperti ini," anggota komite Inggris. Dia mengatakan ingin menyampaikan beberapa pertanyaan kepada Facebok pada akhir penyelidikan mereka.
Koran Guardian asal Inggris mengadakan penyelidikan independen dan menemukan ada lebih dari 400 akun Twitter palsu yang dijalankan oleh agen Rusia, dengan tujuan menganggu proses politik Inggris.
Beberapa akun itu sengaja menyebarluaskan pesan-pesan anti-Muslim guna membangkitkan sentimen Islamofobia di kalangan warganet Inggris.