Rhany Chairunissa Rufinaldo
14 Desember 2018•Update: 15 Desember 2018
RAMALLAH, Palestina
Kelompok Fatah pimpinan Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyerukan "hari pembalasan" pada Jumat untuk memprotes pembunuhan tiga orang Palestina oleh pasukan Israel di Tepi Barat.
"Kami memperingatkan tentara Israel dan para pemukimnya untuk tidak melanjutkan rangkaian pembunuhan dan serangan mereka terhadap rakyat Palestina," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan pada Kamis.
"Serangan lanjutan terhadap desa-desa kami, kota-kota dan kamp-kamp serta penindasan para pemukim terhadap warga kami tidak akan memberi Anda keamanan atau stabilitas apa pun," Fatah memperingatkan.
Tiga warga Palestina tewas dalam serangan pasukan Israel setelah mereka diduga terlibat dalam serangan penembakan di Tepi Barat, di mana dua orang Israel tewas dan sembilan lainnya terluka.
Pada Kamis, dua warga Israel tewas dan dua lainnya luka-luka dalam penembakan dekat kota Ramallah di Tepi Barat dalam sebuah serangan yang diduga sebagai pembalasan atas pembunuhan tiga warga Palestina.
Militer Israel mengumumkan kota Ramallah sebagai daerah militer yang tertutup, mencegah siapa pun untuk memasuki atau meninggalkan kota itu.
Ketegangan di wilayah Palestina yang diduduki meningkat sejak tahun lalu, ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Yerusalem masih menjadi pusat konflik Israel-Palestina, sementara Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur - yang diduduki oleh Israel sejak 1967 - pada akhirnya bisa berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina merdeka.