Chandni
19 Maret 2018•Update: 19 Maret 2018
Muhammad Mussa
LONDON
Pendiri gerakan sayap kanan ekstrem Jerman dilarang masuk ke Inggris, lapor media setempat pada Minggu.
Lutz Bachmann, pendiri kelompok Orang Eropa Patriotik Melawan Islamisasi Barat (Patriotic Europeans Against the Islamisation of the West/PEGIDA) yang sering memimpin protes anti-Muslim dan anti-imigran, tiba di bandara Standsted London pada Sabtu malam namun tidak dibolehkan masuk.
Dia kemudian ditahan dan dideportasi dari Inggris pada Minggu pagi.
Juru bicara Departemen Dalam Negeri mengatakan kepada koran The Independent, Bachmann dilarang masuk karena kehadirannya di Inggris mengancam kepentingan publik.
"Kami berhak menolak memberikan akses masuk kepada individu bila kami merasa kehadirannya di Inggris tidak kondusif bagi masyarakat," kata juru bicara itu.
Pria berusia 45 tahun itu dijadwalkan berpidato bersama Tommy Robinson, mantan pemimpin gerakan sayap kanan Liga Pertahanan Inggris, dan pengurus sayap PEGIDA di London.
Bachmann mendirikan PEGIDA pada Oktober 2014 setelah pemerintah Jerman sepakat membuka negaranya bagi pengungsi.
Kelompok penyebar kebencian itu dituduh menyulut kekerasan dan mendukung serangan-serangan terhadap orang asing.
Sebelumnya, Inggris juga melarang akses masuk untuk aktivis sayap kanan asal Kanada, Lauren Southern. Pekan lalu, Southern ditahan oleh pasukan perbatasan Inggris di Calais, Prancis yang melarangnya masuk ke Inggris.
"Mereka menutup jalur masuk masuk saya dan mengatakan 'selamat tinggal'. Saya tidak boleh masuk ke Inggris karena dituduh 'rasis'," cuit Southern di Twitter.
Selain itu, figur sayap kanan asal Austria Martin Sellner dan pasangannya dari AS, Brittany Pettibone, Jumat lalu ditahan oleh imigrasi di bandara Luton dan dilarang masuk ke Inggris.