28 Oktober 2017•Update: 28 Oktober 2017
Hader Glang
ZAMBOANGA, Filipina
Pasukan militer Filipina memulai proses rehabilitasi, rekonstruksi dan pembangunan di Kota Marawi, menurut sumber resmi pada Jumat.
Pemerintah telah menyiapkan P5 Miliar (sekitar USD 96,5 Juta) untuk fase awal pembangunan, ungkap juru bicara Angkatan Bersenjata Mayor Jenderal Restituto Padilla.
“Kami telah memasuki proses panjang untuk menjadikan kota kembali normal,” ia menyampaikan kepada para wartawan di Manila.
Membersihkan kota dari artileri yang belum meledak, menyapu alat-alat peledak dan jebakan-jebakan yang masih tersisa, melakukan penilaian pasca-konflik, melakukan pembersihan, termasuk pembersihan lokasi ataupun pembersihan mayat-mayat. Hal-hal tersebut sedang dilakukan, ungkap dia.
Kebutuhan dasar seperti air dan listrik juga sudah diproses untuk kembali normal, karena beberapa masyarakat yang mengungsi sudah mulai kembali untuk ditampung di penampungan sementara.
Sejak perang terjadi pada 23 Mei, dimana kelompok yang berafiliasi dengan Daesh, Maute dan Abu Sayyaf mengepung kota tersebut, lebih dari 400.000 penduduk dan para pemilik usaha meninggalkan Marawi.
Lima bulan kemudian, pasukan pemerintah berhasil merebut kembali kota yang mayoritas penduduknya beragama Islam tersebut, meninggalkan 962 militan, 165 tentara negara bagian dan 47 warga sipil tewas.
Pemerintah Marawi menggambarkan situasi di Marawi benar-benar hancur, terutama di wilayah komersial di mana pertempuran besar terjadi antara pasukan pemerintah dan teroris.
Dari P5 Miliar, diperkirakan P3,4 Miliar akan dialokasikan untuk kesehatan dan layanan sosial untuk para pengungsi dan pemerintah akan menggunakan P10 Miliar pada 2018 dan P5 Miliar pada 2019.
Sebelumnya, Australia, Jepang, Amerika Serikat dan Uni Eropa sebagaimana institusi internasional lain seperti Bank Dunia, Asian Development dan UNDP telah berjanji untuk memberikan bantuan.
Selain itu, pemerintah telah menerima bantuan dari pemerintah Kanada, China, Jerman, Korea, India, Thailand dan Singapura.
Dengan demikian, bantuan finansial juga diberikan oleh Asean Coordinating Center for Humanitarian Assistance on Disaster Management dan lembaga Amerika Serikat untuk pembangunan, pada fase awal pemulihan situasi di Marawi.
Estimasi biaya yang diperlukan untuk membangun kembali Marawi sebesar P50 Miliar Peso Filipiina tidak akan cukup, melihat tingkat kehancuran yang cukup parah, ungkap Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana.
Mengutip catatan pemerintah, Lorenzana mengatakan dikarenakan tingkat kehancuran yang tinggi, sehingga, pembangunan kembali infrastruktur dasar Marawi akan menghabiskan biaya lebih dari satu miliar dolar Amerika Serikat.