Rıskı Ramadhan
07 Maret 2018•Update: 08 Maret 2018
Bayram Altuğ
JENEWA
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa melaporkan 10 orang tewas setelah gajah-gajah liar mendatangi kamp pengungsian Kutapalong di Cox’s Bazaar yang ditempati oleh pengungsi Rohingya.
Menurut pernyataan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), sebanyak 10 pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari serangan tentara dan umat Buddha fanatik di Myanmar dan berlindung di Bangladesh terbunuh oleh gajah-gajah yang datang untuk mencari makan.
“Kawasan yang kini dijadikan pemukiman pengungsi di kamp Kutupalong telah lama menjadi habitat penting bagi gajah Asia. Ada sekitar 40 gajah di daerah tersebut dan mereka bergerak antara Bangladesh dan Myanmar untuk mencari makanan,” kata pernyataan UNHCR.
Menurut pernyataan tersebut, sangat sulit untuk menghindari gajah-gajah tersebut berpapasan dengan orang-orang ketika mereka mengarah ke kamp.
“Sepuluh pengungsi di kamp terbunuh secara tragis oleh gajah yang ketakutan. Sebagian orang terluka dan kehilangan tempat perlindungan kecil yang mereka miliki,” tambah pernyataan tersebut.
Pernyataan tersebut menekankan bahwa lebih banyak upaya akan dilakukan untuk mencegah kejadian seperti ini terulang kembali.
Menurut pernyataan tersebut, UNHCR juga telah menandatangani sebuah kesepakatan kerja sama dengan Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) yang membantu masyarakat untuk hidup aman dengan gajah liar di Bangladesh.
Menurut data terakhir yang dirilis PBB, sekitar 700 ribu umat Islam Rakhine yang melarikan diri dari kekerasan di Myanmar telah mengungsi ke Bangladesh.
Sekitar tahun 1970, diperkirakan ada sekitar 2 juta populasi muslim yang tinggal di Rakhine, namun jumlah ini telah merosot ke bawah 350 ribu karena pelarian dari serangan-serangan sistemis.
Menurut gambar satelit yang dirilis oleh lembaga-lembaga hak asasi manusia internasional, lebih dari 350 desa milik umat Islam di daerah tersebut telah dibakar.