Maria Elisa Hospita
17 Desember 2019•Update: 17 Desember 2019
Mustapha K Darboe
BANJUL, Gambia
Gerakan pro-demokrasi di Gambia turun ke jalan-jalan pada Senin, yang menyerukan agar Presiden Adama Barrow mengundurkan diri dan menyelenggarakan pemilihan umum ulang.
Para pengunjuk rasa melakukan konvoi dari Sting Corner ke Jembatan Denton, kemudian menyampaikan surat ke juru bicara pemerintah Ebrima Sankareh.
Barrow duduk di kursi kepemimpinan berkat dukungan dari tujuh partai politik dan tiga kandidat independen.
Sebelumnya, koalisi menyepakati masa transisi tiga tahun dan akan mengadakan pemilihan umum di mana dia tidak akan ikut berpartisipasi.
"Yang mulia, orang-orang Gambia menginginkan fondasi yang demokratis di Gambia. Kami menagih janji Anda setelah tiga tahun. Masa pemerintahan transisi sudah berakhir," kata gerakan itu dalam suratnya.
Mandat Barrow akan berakhir pada 19 Januari mendatang.