Hayati Nupus
21 Februari 2019•Update: 21 Februari 2019
Hayati Nupus
JAKARTA
Indonesia akan menggalang dukungan pencalonan anggota Dewan HAM PBB periode 2020-2022 dalam pertemuan tingkat tinggi Sidang Dewan HAM PBB ke-40 di Jenewa, Swiss.
Direktur HAM dan Kemanusiaan Kementerian Luar Negeri Achsanul Habib mengatakan penggalangan dukungan itu akan disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam berbagai pertemuan bilateral dalam ajang global itu.
“Ini kesempatan Bu Menlu untuk mengkampanyekan pencalonkan Indonesia menjadi anggota Dewan HAM,” ujar Habib, Kamis, di Jakarta.
Habib mengatakan setidaknya ada 15 pertemuan bilateral yang akan digelar Indonesia bersama negara-negara mitra dalam ajang tersebut.
Dalam pencalonan anggota Dewan HAM PBB periode 2020-2022, ujar Habib, ada empat kursi yang diperebutkan.
Indonesia, lanjut Habib, akan maju mewakili kawasan Asia Pasifik.
Selain bersaing dengan Jepang, tambah Habib, Indonesia juga bersaing dengan China, Korea Selatan dan Iran.
Menteri Retno akan menghadiri pertemuan tingkat tinggi Sidang Dewan HAM PBB sepanjang 25-28 Februari 2019.
Selepas itu, ujar Habib, Menteri Retno akan bertolak ke pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan kembali akan menggalang dukungan di sana.
“Kita harus optimistis mengingat reputasi dan rekam jejak kita baik,” kata Habib.
Juni mendatang, lanjut Habib, Indonesia juga akan menggelar pameran foto di Jenewa dan menggalang dukungan di sana.
“Puncaknya di September atau Oktober sebelum pemilihan kita akan kembali gencar berkampanye di New York,” ujar Habib.
Sedang pemilihan anggota Dewan HAM PBB periode 2020-2022 akan digelar November 2019.